31 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Emil Dardak Pegang Kendali Demokrat Jatim, Regenerasi Fungsionaris Jadi Ujian Berikutnya

Surabaya, Bhirawa – Emil Elestianto Dardak kembali mendapat mandat memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031. Terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Demokrat Jatim, Sabtu (29/8/2026), Emil kini menghadapi pekerjaan politik berikutnya yakni menentukan wajah baru partai untuk lima tahun ke depan.

Tantangan itu bukan sekadar menyusun struktur kepengurusan. Ada pertanyaan lebih besar yang kini menanti kepemimpinan Emil. Seberapa berani dirinya membuka ruang bagi generasi muda untuk masuk dan menjadi bagian penting dari mesin politik Demokrat Jatim.

Pasalnya, setelah terpilih kembali sebagai ketua, Emil harus menyusun jajaran pengurus periode 2026-2031, mulai sekretaris, bendahara hingga struktur bidang lainnya.

Momentum ini dinilai menjadi kesempatan bagi Emil untuk melakukan regenerasi sekaligus memberikan energi baru bagi Demokrat Jatim.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai tantangan partai politik di era digital semakin kompleks. Karena itu, partai tidak cukup hanya mempertahankan pola lama, tetapi membutuhkan adaptasi dan strategi baru agar tetap eksis sekaligus mampu memperluas basis pemilih.

“Partai tentu saja perlu membangun, membarukan, renewable (terbarukan) citra berkelanjutan melalui aksi yang fungsional untuk meraih ceruk baru pemilih milenial,” kata Surokim saat dikonfirmasi, Selasa (1/9).

Menurut dia, salah satu cara untuk menghadirkan energi baru tersebut adalah memberikan ruang lebih besar kepada kalangan milenial dalam jajaran fungsionaris partai.

Berita Terkait :  Sambut Libur Akhir Tahun, Khofifah Imbau Masyarakat Selalu Waspada Hadapi Cuaca Ekstrem

Generasi muda, kata Surokim, memiliki ide dan perspektif yang lebih dekat dengan karakter pemilih baru. Kehadiran mereka di struktur partai diharapkan mampu mendinamiskan organisasi melalui gagasan-gagasan segar yang sesuai dengan perubahan zaman.

“Banyak ahli melihat agar renewable action berkelanjutan tadi bisa dilakukan dengan memasukkan energi-energi baru dari kalangan milenial dalam jajaran fungsionaris partai,” ujarnya.

Surokim menilai regenerasi tidak berarti menyingkirkan kader senior. Justru, kekuatan generasi muda perlu dipadukan dengan pengalaman kader senior untuk menjaga soliditas organisasi.

Menurutnya, kader senior dapat berperan sebagai mentor, sementara generasi muda menjadi sumber energi baru yang menggerakkan organisasi.

“Regenerasi ini akan menjamin keberlanjutan partai dengan ditopang oleh mentor-mentor senior yang bisa menguatkan soliditas organisasi,” jelasnya.

Dalam konteks Demokrat Jatim, penyusunan kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk melihat arah politik Emil setelah kembali dipercaya memimpin partai.

Apakah struktur baru Demokrat Jatim akan mempertahankan wajah lama, atau justru menjadi ruang munculnya kader-kader muda yang diproyeksikan menjadi kekuatan politik baru?

Surokim menilai ekspansi politik tetap diperlukan, tetapi harus berjalan beriringan dengan soliditas internal. Regenerasi, menurutnya, harus dibarengi penguatan ideologi serta program strategis yang menyesuaikan perubahan lingkungan politik.

“Memasukkan energi muda sebagai fungsionaris partai itu conditio sine qua non (syarat mutlak) untuk kebutuhan partai zaman now,” tegasnya. (geh.kt)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!