30 C
Sidoarjo
Tuesday, September 1, 2026
spot_img

Pemanfaatan AI dalam Klaim BPJS, Pemprov Jatim Apresiasi RSUD Dr Soedono Madiun

Pemprov Jatim, Bhirawa – RSUD Dr Soedono Madiun, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Jawa Timur resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) bernama Sistem Analisa Klaim Terintegrasi Berbasis Intelegensi (AI Sakti) yang ditujukan mempercepat dan mempermudah proses klaim BPJS Kesehatan.

Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, pada Selasa (1/9/2026).

Inisiatif ini merupakan bagian dari kolaborasi triple helix antara akademisi (ITS), Rumah Sakit Daerah RSUD Dr Soedono dan pemerintah provinsi, dengan PERSI Jatim sebagai asosiasi rumah sakit yang memfasilitasi replikasi ke rumah sakit lain di Jawa Timur.

Sistem AI Sakti dirancang untuk mengotomasi dan meningkatkan akurasi pendataan klaim BPJS, mengurangi kesalahan koding, dan memperpendek waktu verifikasi dokumen klaim.  Dalam konteks rumah sakit publik, hambatan klaim seperti ketidaklengkapan dokumen, ketidaksesuaian koding, dan masa tunggu pending sering menyebabkan inefisiensi keuangan dan kebocoran pendapatan.

Dengan AI, proses validasi, koding, dan routing klaim dapat dilakukan lebih presisi, sehingga diharapkan menekan angka klaim ditolak atau pending.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, R. Heru Wahono Santoso, menegaskan apresiasi pemerintah provinsi terhadap inisiasi RSUD Dr Soedono.

“Ya, tentu Pemprov Jawa Timur mengapresiasi inisiasi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Sudono dalam rangka memanfaatkan teknologi AI untuk klaim BPJS,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pemkab Bangkalan Terapkan WFH dan Bike to Work Mulai Bulan ini

Ia menjelaskan bahwa AI Claim Cenopathy merupakan kolaborasi antara akademisi yaitu ITS dengan asosiasi rumah sakit PERSI dan RSUD Dr Soedono. “Tadi sudah ditandatangani bersama, nah ini menjadi pilot project,” kata Heru.

“Nah tentunya harapannya ketika ini sudah berjalan dan memang dirasakan manfaatnya bahwa klaim BPJS itu semakin mudah, semakin cepat, semakin presisi, semakin akurat dan tidak menimbulkan masalah yang di kemudian hari setelah pasca klaim itu maka AI ini nanti akan dimanfaatkan oleh rumah sakit-rumah sakit yang lain. Itu harapan kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PERSI Wilayah Jawa Timur, Bangun Trapsila Purwaka, Sp.OG, Subsp. K.Fm., M.Kes., menyoroti potensi AI untuk meringankan beban kerja tenaga medis dan administrasi.

“Dengan pemanfaatan AI, harapannya dapat membantu memperingan kerja di dunia medis. Terutama terkait pendataan klaim medis,” ungkap Bangun.

Ia berharap inovasi ini dapat direplikasi. “AI klaim ini diharapkan dapat dikembangkan di RSUD-RSUD lain yang ada di Jawa Timur,” tuturnya menambahkan.

Sebagai pilot project, AI Sakti akan diuji coba secara terbatas di RSUD Dr Soedono untuk mengukur dampak terhadap waktu pemrosesan klaim, tingkat penolakan, dan kepuasan pengguna internal.

Jika hasilnya positif, PERSI Jatim bersama Pemprov akan memfasilitasi adopsi ke rumah sakit daerah lain di Jawa Timur, sejalan dengan dorongan nasional BPJS Kesehatan yang menargetkan efisiensi layanan hingga 30 persen melalui pemanfaatan AI.

Berita Terkait :  Satpol PP Kabupaten Kediri Direncanakan Tempati Eks Kantor Dinas Pertanian

Inisiatif di Jatim ini sejalan dengan tren nasional, termasuk Healthkathon 2026 yang mendorong pemanfaatan AI untuk memperkuat JKN, serta berbagai studi yang menunjukkan automasi klaim dapat menurunkan waktu pemrosesan hingga 65 persen dan penolakan klaim hingga 40 persen. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!