29.5 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Kepyok Rusak di Medan Terjal Tak Surutkan Perjuangan Manual Petugas Jinakkan 10 Hektare Karhutla Bromo

Probolinggo, Bhirawa – Perjuangan petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus berlangsung. Di tengah medan lereng yang curam dan api yang terus merembet, para petugas bahkan terpaksa menggunakan ranting pohon untuk memukul kobaran api setelah alat pemukul api (kepyok) yang digunakan rusak akibat dipakai tanpa henti.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, kepyok yang digunakan dalam proses pemadaman sudah rusak seluruhnya karena intensitas penggunaan selama operasi berlangsung.

“Petugas di lapangan menyampaikan seluruh kepyok sudah rusak setelah digunakan memadamkan api. Sebagai alternatif, mereka memanfaatkan ranting-ranting pohon untuk memukul dan memadamkan kobaran api,” ujar Oemar, Rabu (5/8/2026).

Menurut Oemar, hingga Selasa (4/8/2026) pukul 17.00 WIB, luas area yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 10 hektare. Luasan tersebut bertambah dibandingkan pendataan sebelumnya yang mencapai sekitar 7,9 hektare. Kondisi medan yang didominasi ilalang kering serta embusan angin menyebabkan api masih mudah merembet.

Upaya pemadaman dilakukan personel BPBD Kabupaten Probolinggo bersama Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD Jawa Timur, Agen Penanggulangan Bencana Jawa Timur, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Perhutani, Satpol PP, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Selain menggunakan kepyok, petugas juga mengoperasikan backpack sprayer. Namun medan pegunungan yang terjal membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau lokasi sehingga seluruh proses pemadaman harus dilakukan secara manual dengan menyusuri lereng kawasan Bromo.

Berita Terkait :  Disdagin Kabupaten Kediri Perketat Pengawasan Pangan Jelang Nataru

Di sela proses pemadaman, tim gabungan juga terus melakukan pemetaan wilayah terdampak bersama pihak TNBTS untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus menentukan strategi penanganan berikutnya agar api tidak meluas ke kawasan konservasi lainnya.

Kebakaran yang terus meluas juga berdampak terhadap aktivitas wisata. Balai Besar TNBTS masih memberlakukan penutupan akses wisata melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta pintu Senduro di Kabupaten Lumajang hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, wisatawan masih diperbolehkan memasuki kawasan Bromo melalui pintu Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. Namun kunjungan hanya dibatasi di kawasan Lautan Pasir, sedangkan area Savana tetap ditutup demi mendukung proses pemadaman dan menjamin keselamatan pengunjung.

Kebakaran di kawasan Bromo menjadi perhatian serius mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata andalan Jawa Timur sekaligus kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna. Meluasnya area yang terbakar dikhawatirkan meningkatkan kerusakan ekosistem apabila api tidak segera dapat dikendalikan. [fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!