27.3 C
Sidoarjo
Wednesday, June 10, 2026
spot_img

Kemarau, Ketersediaan Stok Cabai di Kabupaten Blitar Bakal Turun

Kabupaten Blitar, Bhirawa
Dampak petani di Blitar Selatan tidak bisa menanam cabai akibat kemarau panjang, ketersediaan stok cabai di Blitar bakal menurun dan harga berpotensi menguat. Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo, mengatakan harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Blitar mulai mengalami kenaikan seiring berkurangnya pasokan dari tingkat petani. Kondisi tersebut dipicu berakhirnya masa panen di sejumlah sentra produksi cabai, sementara petani di wilayah Blitar Selatan belum dapat memulai musim tanam baru akibat kemarau yang masih berlangsung.

“Berkurangnya ketersediaan cabai saat ini merupakan dampak dari menurunnya produksi di tingkat petani, dan sebagian besar tanaman cabai yang ditanam pada musim sebelumnya sudah memasuki akhir masa panen. Akibatnya, hasil yang masuk ke pasar mulai berkurang sehingga pasokan tidak sebanyak beberapa bulan lalu,” kata Siswoyo Adi Prasetyo.

Lanjut Siswoyo, menurutnya kondisi tersebut diperparah dengan kemarau panjang yang membuat petani di wilayah Blitar Selatan belum bisa melakukan penanaman kembali. Sebagian besar lahan pertanian di kawasan tersebut masih mengandalkan curah hujan sehingga petani memilih menunda tanam hingga kondisi cuaca lebih mendukung.

“Tertundanya musim tanam berpotensi memengaruhi ketersediaan cabai dalam beberapa bulan ke depan. Sebab, belum adanya tanaman pengganti membuat pasokan baru dari petani belum bisa masuk ke pasar dalam waktu dekat,” jelasnya.

Berita Terkait :  Kursi Taman Dibersihkan, Ojol Kota Malang Terpaksa Ngemper

Selain itu dikatakan Siswoyo, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada November 2026. Dengan demikian, sebagian petani diperkirakan baru akan memulai penanaman setelah curah hujan mulai stabil.

“Musim tanam baru dimungkinkan akan dilakukan setelah memasuki musim penghujan. Artinya, perlu waktu lagi sampai tanaman tersebut siap panen dan menambah pasokan ke pasar,” terangnya.

Sementara itu perlu diketahui harga cabai rawit mulai menunjukkan tren kenaikan, dan berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit saat ini telah mencapai sekitar Rp. 60.000 – Rp. 70.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi seiring berkurangnya pasokan dari petani, sementara kebutuhan masyarakat tetap berjalan.[htn.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!