28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Kekeringan Meluas, BPBD Sumenep Distribusikan 360 Tangki Air 11 Desa

Pemkab Sumenep, Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengintensifkan distribusi bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Pasalnya, musim kemarau panjang tahun ini berdampak pada meluasnya krisis air bersih disejumlah desa. Hingga, BPBD Sumenep telah menyalurkan sebanyak 360 tangki air bersih ke 11 desa. Desa Montorna dan Prancak, kecamatan Pasongsongan menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbanyak, masing-masing mencapai 84 tangki.

Kepala BPBD Sumenep, Kamiluddin, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat serta kondisi ketersediaan sumber air di setiap wilayah.”Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat. Kami berupaya memastikan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih tetap memperoleh bantuan,” kata Kamiluddin, Selasa (3/11).

Berdasarkan pemetaan daerah rawan kekeringan tahun 2026, wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan, baik daratan maupun kepulauan. Di wilayah daratan meliputi Kecamatan Pasongsongan, Rubaru, Manding, Pragaan, Ganding, Guluk-Guluk, Ambunten, Batang-Batang, Batuputih, dan Saronggi. Sementara wilayah kepulauan mencakup Kecamatan Arjasa, Kangayan, Gayam, Raas, Giligenting, Talango, Masalembu, Nonggunong, dan Sapeken. “Adapun sejumlah desa yang masuk kategori kering kritis berdasarkan pemetaan kami, di antaranya Montorna, Prancak, Lebeng Barat, dan Campaka di Kecamatan Pasongsongan, Desa Kombang dan Poteran di Kecamatan Talango, Basoka dan Mandala di Kecamatan Rubaru, serta Batuputih Daya, Batuputih Laok, dan Larangan Barma di Kecamatan Batuputih,” ucapnya.

Berita Terkait :  Plt Bupati Sidoarjo Terima UHC Award 2024 dari Wapres

Menurut Kamiluddin, jumlah bantuan yang disalurkan ke setiap desa disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat dan kondisi sumber air setempat. “Harapan kami, bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari selama musim kemarau,” tambahnya.

BPBD Sumenep memastikan pendistribusian bantuan air bersih terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang terdampak kekeringan tidak mengalami kesulitan berkepanjangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. “Air ini merupakan kebutuhan yang relatif urgent dalam kehidupan masyarakat, makanya kami terus pantau daerah mana saja yang membutuhkan air bersih,” tegasnya.[sul.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!