Jombang, Bhirawa – Kasur untuk tempat tidur peserta muktamar atau muktamirin mulai tiba di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang sebagai lokasi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 tahun 2026, Rabu (5/8/2026), dan bakal datang secara bertahap hingga pertengahan Agustus 2026. Seluruh kasur masih dalam kondisi baru lengkap dengan sprei, bantal, dan sarungnya.
Untuk diketahui, sebanyak 3000 kasur baru disiapkan untuk peserta muktamar NU ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Ketua Panitia Lokal Muktamar NU ke-35 yang juga Ketua Yayasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq menjelaskan, 2000 kasur berasal dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan 1000 kasur lagi berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
“Hari ini mulai datang ke penginapan peserta muktamar di Tambakberas,” kata Gus Rozaq.
Kepastian penyediaan fasilitas tersebut berdasarkan rapat gabbungan panitia yang di MAN 3 Jombang di Tambakberas, Jombang pada Senin (03/08) kemarin.
Rapat tersebut dihadiri Sekjen PBNU yang juga Ketua OC Muktamar NU ke-35, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, dan juga panitia lokal dari Pesantren Bahrul Ulum.
Untuk menampung sekitar 3370 peserta, panitia menerapkan konsep akomodasi terpadu. Sejumlah fasilitas pendidikan di lingkungan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas dan lembaga pendidikan mitra disiapkan untuk menunjang konsep akomodasi terpadu tersebut.
Area penginapan tersebut dibagi menjadi sembilan tower. Yakni Tower 1 hingga Tower 9. Penamaan tower bukan hanya sebagai identitas lokasi, namun juga menjadi sistem koordinasi agar pelayanan kepada peserta berjalan lebih maksimal.
Gus Rozaq memyampaikan, konsep tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman bagi para muktamirin meskipun lokasi berada di lingkungan pondok pesantren.
“Panitia ingin para muktamirin mendapatkan kenyamanan dan layanan yang setara dengan hotel atau apartemen, meskipun mereka menginap di lingkungan pondok pesantren,” kata Gus Rozaq menyampaikan.
“Makanya penginapan untuk mereka kita beri nama tower,” jelasnya.
Sembilan tower penginapan tersebut tersebar di sejumlah lembaga pendidikan, yakni Tower 1 di MA Unggulan, Tower 2 di MMA kampus 1, Tower 3 di MMA kampus 2, Tower 4 di MI Bahrul Ulum Putri, Tower 5 di kampus Unwaha, Tower 6 di MTsN Tambakberas, Tower 7 di MAN Tambakberas, Tower 8 di kampus IAIBAFA, serta Tower 9 di kampus B Fatah Hasyim.
Salah satu lokasi yang telah ditinjau langsung oleh panitia bersama PBNU dan PWNU Jawa Timur adalah Tower 7 di MAN 3 Jombang di Tambakberas. Ruang kelas yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar telah ditata sedemikian rupa menjadi tempat penginapan dengan fasilitas layaknya hotel.
Ruangan tersebut telah dilengkapi kasur baru, pendingin ruangan atau AC, serta petugas kebersihan di masing-masing kamar. Penataan menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan pelayanan terbaik bagi muktamirin. [rif.kt]


