Probolinggo, Bhirawa – Volume penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember meningkat di tengah situasi erupsi Gunung Anak Krakatau. PT KAI Daop 9 Jember mencatat 78.751 penumpang pada 5-8 September 2026, naik 4,71 persen dibandingkan periode 29 Agustus-1 September 2026 yang mencapai 75.206 penumpang.
Kenaikan juga terjadi pada perjalanan dari dan menuju sejumlah kota besar, termasuk Jakarta dan Bandung.
Untuk rute Jakarta, tercatat 1.990 penumpang pada periode 5-8 September. Jumlah tersebut meningkat sekitar 11,86 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 1.779 penumpang.
Mobilitas tersebut dilayani KA Pandalungan 1 dan Pandalungan 2 relasi Jember-Gambir pulang pergi (PP), serta KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang-Pasarsenen PP.
Sementara perjalanan dari dan menuju Bandung mencapai 667 penumpang. Angka tersebut naik sekitar 26,57 persen dibandingkan periode 29 Agustus-1 September yang tercatat 527 penumpang.
Rute tersebut dilayani KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung PP.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan kenaikan volume penumpang menunjukkan mobilitas masyarakat antarkota masih berlangsung di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Di tengah dinamika kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan tetap berlangsung, baik untuk kepentingan pekerjaan, pendidikan, keluarga maupun aktivitas lainnya,” ujarnya, Senin (8/9).
KAI Daop 9 menyatakan masih memantau perkembangan kondisi dan volume penumpang. Masyarakat yang hendak bepergian juga diminta memperhatikan informasi mengenai jadwal perjalanan dan kondisi wilayah yang berpotensi terdampak erupsi.
Bagi calon penumpang yang akan menuju wilayah terdampak, KAI mengimbau agar mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang. Penumpang juga disarankan menggunakan masker apabila berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik. (fir.hel)


