30 C
Sidoarjo
Sunday, May 24, 2026
spot_img

Kadindik Jatim Dorong UPT PTKK Jadi Pusat Pelatihan Vokasi Berbasis Industri


Dindik Jatim, Bhirawa
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mendorong UPT Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (PTKK) Dindik Jatim terus melakukan inovasi agar menjadi pusat pelatihan vokasi yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri. Hal itu disampaikan saat meninjau pelatihan teknik bagi siswa SMK di UPT PTKK yang di gelar pada 18-23 Mei 2026.

Adapun pelatihan yang diikuti 60 siswa SMK di Jawa Timur ini berkaitan dengan kompetenso Teknik CNC Milling, CNC Bubut, Teknik Pengelasan dan Teknik Sepeda Motor (otomotif/TSM).

Pada kesempatan itu, Aries menegaskan, pelatihan di UPT PTKK harus memberikan pengalaman berbeda dibanding pembelajaran di sekolah. Menurutnya, siswa sudah memperoleh teori dan sebagian praktik di sekolah, sehingga keberadaan UPT PTKK harus menjadi penguatan praktik langsung dengan peralatan yang lebih modern dan lengkap sesuai dengan standart industri.

“Apa yang didapatkan di sekolah bisa dipadukan di tempat PTKK ini. Di sini adalah penguatan praktik secara langsung dengan alat yang mungkin berbeda dengan yang ada di sekolah mereka,” ujarnya, Sabtu (23/5).

Ia menilai, perbedaan fasilitas dan pendekatan pembelajaran menjadi nilai penting agar siswa benar-benar merasakan manfaat mengikuti pelatihan di UPT PTKK. Terlebih, banyak sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana praktik dan alat yang sering mengalami kerusakan.

“Jangan sampai tempat ini tidak ada bedanya dengan lingkungan sekolah. Harus ada kelebihan dari proses yang mereka alami di UPT PTKK ini,” tegasnya.

Berita Terkait :  Juara Satu Lomba Bertutur, SDN 1 Mimbaan Incar Juara Tingkat Jatim

Menurut Aries, alat-alat praktik di UPT PTKK harus mampu memberikan pengalaman baru bagi siswa. Dengan begitu, siswa akan memperoleh kompetensi tambahan yang tidak mereka dapatkan di sekolah.

Selain fasilitas, Aries juga menyoroti pentingnya kualitas instruktur. Ia mengatakan, siswa selama ini terbiasa belajar dengan guru di sekolah, sedangkan di UPT PTKK mereka bertemu langsung dengan instruktur industri yang memiliki pendekatan berbeda.

“Cara mengajar dan cara menyampaikan pasti berbeda. Itu juga bisa menjadi evaluasi bagi kita,” katanya.

Sementara itu, Instruktur Teknik Mesin Industri ITS sekaligus instruktur pelatihan CNC UPT PTKK, Sajidin menjelaskan, pelatihan CNC yang diberikan berlangsung selama enam hari. Materi yang diajarkan meliputi software menggambar, simulasi perautan, pengaturan perautan, hingga praktik mesin milling dan bubut.

“Materi ini untuk pemahaman dasar. Kalau kebutuhan industri, keilmuan ini akan terus berkembang dan butuh waktu cukup panjang,” jelasnya.

Menurut Sajidin, peserta pelatihan diajarkan mulai dari tahap desain, simulasi, hingga eksekusi desain di mesin CNC.

Salah satu peserta pelatihan, Rendy Septia Ramadhani mengaku pelatihan yang diterimanya sangat selaras dengan kurikulum sekolah. Namun di UPT PTKK, materi dijelaskan lebih rinci hingga tahap praktik langsung.

“Kalau di sekolah diajarkan dasar-dasarnya. Di sini dijelaskan lebih rinci, fungsi-fungsinya, sampai eksekusinya,” ujarnya.

Siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 1 Kota Madiun itu mengatakan, selama pelatihan peserta diberikan studi kasus dan diminta menyelesaikan proyek secara mandiri. Menurutnya, kesempatan praktik di UPT PTKK jauh lebih maksimal dibanding di sekolah yang masih terkendala keterbatasan mesin dan alat praktik.

Berita Terkait :  Persiapan HUT RI, 86 Siswa Tulungagung Ikut Pelatihan Paskibraka

Rendy menjadi satu dari tiga siswa yang mewakili sekolahnya mengikuti pelatihan CNC melalui klub CNC sekolah. Ia menyebut pelatihan tersebut juga menjadi bekal untuk persiapan magang selama enam bulan di PT INKA pada bidang Quality Control. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!