23.4 C
Sidoarjo
Tuesday, June 9, 2026
spot_img

Jujitsu Jadi Mapel Wajib di MI Asasul Huda


Sidoarjo, Bhirawa
Siswa -siswi yang ada di MI Asasul Huda Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin, menjadi salah satu sumber bibit atlet Cabor Jujitsu yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Mulai kelas 1 sampai kelas 6 semuanya berlatih olah raga bela diri ini. Total ada sebanyak 325 orang. Cabor Jujitsu di lembaga pendidikan ini menjadi mata pelajaran olahraga yang sifatnya wajib. Olah raga ini diajarkan mulai Hari Senin sampai Jumat.

Guru olah raga sekaligus pelatih Jujitsu di MI Asasul Huda Randegan Kecamatan Tanggulangin, Syafrizal Oktaviansyah SPd, mengatakan olah raga Jujitsu di sekolahan ini sudah berkembang sejak tahun 2016 lalu. Baru kemudian ditahun 2021 menjadi olah raga wajib pada mata pelajaran olah raga.

“Saya bangga dengan siswa -siswi disini. Saat kali pertama mengikuti kegiatan Kejurkab tahun 2025 lalu, yang digelar KONI Sidoarjo, mereka sudah mendapatkan 6 medali emas, 3 medali perak dan 3 medali perunggu,” komentar Rizal, sapaan Syafrizal, Sabtu (16/5) akhir pekan lalu, yang mendampingi para muridnya mengikuti ujian kenaikan tingkat Jujitsu di sekolahan mereka.

Pada Kejurkab tahun 2025 lalu, dirinya mengirimkan sebanyak 10 siswa. Kemungkinan pada Kejurkab tahun 2026 ini, dirinya akan mengirim lebih dari 10 siswa. Tentu harapannya prestasi para siswa akan bbisa isa lebih bagus dari tahun sebelumnya.

Sebagai evaluasi atas kemampuan dari para siswa, dilakukan ujian kenaikan tingkat. Dari siswa yang menyandang sabuk putih, kelas 4 menjadi sabuk kuning. Dan yang sabuk kuning kelas 5, menjadi sabuk hijau. Ada sebanyak 100 peserta yang mengikutinya. Dari kelas 4 dan kelas 5.

Berita Terkait :  Dinas Pendidikan Jatim Incar Juara Umum O2SN Nasional

Menurut Rizal olah raga Jujitsu selain termasuk olahraga yang berprestasi, juga bisa berguna bagi para siswa sebagai upaya bela diri dari aksi -aksi Bulying yang kerap terjadi di lingkungan lembaga pendidikan.

“Mereka akan bisa menjadi sosok yang tidak gampang rendah diri, tetapi jiwa yang selalu percaya diri agar bisa berprestasi, pada semua bidang,” komentar Rizal.

Ketua Dewan Pelatih Jujitsu Sidoarjo, Pramuji, berkomentar sekolah lain yang ada di Kabupaten Sidoarjo bisa meniru sekolahan tersebut. Karena di sekolah ini calon calon atlet dari Sidoarjo sudah dibentuk sejak dini.

“Saya juga bangga dengan sekolah ini. Semoga anak-anak disini, kelak bisa menjadi bibit unggul atlet dari kabupaten Sidoarjo,” tambah Suyatno, Wakil Ketua Dewan Cabor Jujitsu Sidoarjo, yang juga menjadi dewan penguji dalam kegiatan uji kenaikan tingkat di MI Asasul Huda Randegan tersebut.

Berlatih olah raga bela diri seperti Jujitsu, lanjut Suyatno, bukan untuk mencari musuh, tetapi untuk belajar disiplin dan untuk belajar mengendalikan diri. [kus.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!