Pembangunan fasilitas peleburan (Smelter) milik PT Surabaya Alumunium Industry (SAI) di kawasan PIER, Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/10).
Kabupaten Pasuruan, Bhirawa. – Keberadaan proyek pembangunan fasilitas peleburan (smelter) milik PT Surabaya Alumunium Industry (SAI) di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kabupaten Pasuruan, menjadi angin segar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain memperkuat struktur industri manufaktur, investasi berskala besar ini diproyeksikan mampu membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Namun, untuk memastikan keberlangsungan dampak positif tersebut, kepastian hukum dan jaminan keamanan kawasan industri menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Humas PT SAI, Asman Afif Ramadhan, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah agar iklim investasi yang sedang tumbuh di Pasuruan tidak terganggu oleh isu-isu yang tidak berdasar.
Salah satunya terkait kabar dugaan pengancaman oleh aparat penegak hukum (APH) dari kesatuan Brimob terhadap pekerja proyek yang sempat beredar di tengah masyarakat.
”Kabar (pengancaman) tersebut sama sekali tidak benar. Kehadiran personel Brimob bersenjata lengkap di area proyek murni bertugas menjalankan fungsi pengamanan terpadu demi memastikan situasi tetap kondusif dan mengantisipasi segala potensi gangguan,” ujar Afif yang akrab disapa Rama, Kamis (22/10/2026).
Rama menjelaskan, pengetatan pengamanan dan penambahan personel keamanan khusus pada malam hari terpaksa ditempuh lantaran adanya tekanan dari oknum atau pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Pihak tersebut disinyalir mencoba memaksakan diri terlibat dalam pengerjaan proyek tanpa mengikuti prosedur dan aturan resmi perusahaan.
Langkah pengamanan ekstra ini menjadi krusial guna memberikan rasa aman serta menumbuhkan kepercayaan bagi penanam modal bahwa pengerjaan proyek berjalan tanpa bentuk intimidasi apa pun.
”Jaminan keamanan merupakan syarat mutlak bagi keberlangsungan investasi. Tanpa adanya jaminan kepastian keamanan, investor dikhawatirkan akan memindahkan modalnya ke lokasi atau negara lain yang dianggap lebih kondusif,” tegas Rama.
Jika iklim investasi dan proses pembangunan berjalan lancar hingga tahap operasional, PT SAI berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja secara masif.
”Nantinya perusahaan ini akan menyerap ribuan pekerja dan kami memprioritaskan warga lokal hingga 60 persen. Karena itu, kami memohon kerja sama dari seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga iklim investasi yang kondusif ini,” tutur Rama. [hil.hel]




