29 C
Sidoarjo
Thursday, October 1, 2026
spot_img

Inflasi Jatim September 2026 Capai 0,24 Persen

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi Jawa Timur pada September 2026 sebesar 0,24 persen secara month-to-month (mtm). Sementara secara year-to-date (ytd), inflasi mencapai 2,07 persen dan secara year-on-year (yoy) sebesar 3,33 persen.

Kepala BPS Jawa Timur Herum Fajarwati mengatakan, kenaikan inflasi pada September merupakan kondisi yang positif, meski hampir seluruh provinsi di Indonesia juga mengalami inflasi. Menurutnya, sejumlah komoditas menjadi pemicu sehingga Jawa Timur mencatat inflasi 0,24 persen pada September. “Memang hampir seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi. Ada beberapa komoditas yang menjadi pemicu, sehingga untuk Jawa Timur tercatat inflasinya 0,24 persen,” kata Herum.

Herum mengatakan, inflasi juga terjadi di seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan inflasi di Jawa Timur. Namun, secara year-to-date kondisi inflasi Jawa Timur masih cukup terkendali karena berada di bawah 2,5 persen, sedangkan secara tahunan meski sudah di atas 3 persen masih berada di bawah 3,5 persen.

“Kalau kita lihat di kabupaten kota yang dihitung inflasi memang semuanya mengalami inflasi juga. Namun demikian secara year-to-date kita masih cukup terkendali, masih di bawah 2,5, kemudian untuk tahunan meskipun sudah tiga lebih tetapi masih di bawah 3,5, artinya masih dalam posisi yang terkendali,” ujarnya.

Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan inflasi 0,70 persen dan memberikan andil 0,21 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi yakni cabai rawit dan daging ayam ras masing-masing dengan andil 0,08 persen, telur ayam ras 0,04 persen, beras 0,03 persen, serta jeruk 0,01 persen.

Berita Terkait :  Wujudkan Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0815/14 Dlanggu Hadir di Tengah- tengah Petani

Herum menyebut komoditas makanan memang menjadi salah satu kelompok yang mengalami kenaikan harga pada September. Namun, secara rinci perkembangan masing-masing komoditas dapat dilihat dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Jawa Timur.

Di sisi lain, sejumlah komoditas turut menahan laju inflasi bulanan, yakni emas perhiasan, cabai merah, ketimun, bawang merah, terong, dan sawi hijau. Emas perhiasan mengalami deflasi 1,24 persen dan memberikan andil negatif 0,03 persen terhadap inflasi September.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Jawa Timur sebesar 1,30 persen, dengan komoditas cabai rawit, daging ayam ras, daging sapi, beras, dan minyak goreng sebagai sejumlah penyumbang utama. Kelompok transportasi juga memberikan andil 0,64 persen, terutama dari angkutan udara dan bensin yang masing-masing memberikan andil 0,25 persen.

Pada September 2026, seluruh 11 kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi yoy tertinggi tercatat di Sumenep sebesar 3,85 persen, sedangkan terendah di Banyuwangi sebesar 2,69 persen, sementara Jawa Timur secara keseluruhan berada di 3,33 persen.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!