Gresik, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mempertegas kiprahnya di ranah akademik internasional. Melalui 1st International Conference on Innovation, on Science and Social Studies (ICISSS) 2026. Konferensi perdana ini diikuti 226 peserta, dengan 135 pemakalah dari 47 institusi di dalam dan luar negeri.
Peserta internasional datang dari sejumlah negara, di antaranya Thailand, Malaysia, Komoro, Sudan, Yaman, Uzbekistan hingga Finlandia. Kegiatan berlangsung secara daring dan luring.
ICISSS 2026, tidak hanya menjadi forum pemaparan hasil penelitian. Tetapi diarahkan sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan inovasi bidang sains, dan ilmu sosial serta memperluas jejaring riset lintas negara.
Rektor UMG Prof. Dr. Khoirul Anwar mengatakan, ICISSS merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari ikhtiar kampus mempertanggungjawabkan inovasi akademik kepada publik.
“Ini momentum untuk mempertanggungjawabkan, upaya-upaya dan inovasi yang ada di kampus bersama institusi akademik lain. Agar bisa dibaca publik, dalam bentuk prosiding maupun artikel,” ujarnya.
Hasil penelitian akademisi, khususnya generasi muda, tidak boleh berhenti di ruang penelitian. Inovasi, harus mampu diterapkan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Perkembangan peradaban itu pasti diawali dengan penelitian, pasti diawali dengan analisis. Dan itu akan mengarahkan, kepada peradaban yang lebih maju,” katanya.
ICISSS 2026, mengusung dua rumpun utama keilmuan. Yakni sains dan ilmu sosial, penelitian di bidang sosial diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Sedangkan bidang sains antara lain didorong menghasilkan teknologi tepat guna (TTG), yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Penguatan riset tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UMG, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kampus Muhammadiyah, memiliki fokus pada enam tujuan SDGs. Yang dinilai relevan dengan pengembangan inovasi, dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Berharap atmosfer akademik dan kolaborasi internasional, yang dibangun melalui ICISSS terus berkembang setiap tahun. UMG, tidak ingin sekadar menjadi lokasi seminar. Melainkan menjadi ruang pertukaran data, riset, dan gagasan yang berdampak dari tingkat lokal hingga internasional.
“Yang kita kembangkan adalah atmosfer ini setiap tahun, sehingga orang akan tahu bahwa inovasi yang ada di Gresik. Bisa memberikan dampak tidak hanya bagi masyarakat Gresik, tetapi juga dunia internasional,” jelasnya.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan ICISSS, disampaikan dr. Mirjalol Kudratov dari Kattakurgan State Pedagogical Institute, Uzbekistan. Menilai konferensi tersebut memiliki arti penting bagi pengembangan keilmuan, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik antarnegara. Bidang seperti pariwisata, dan pendidikan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan teori. Sekaligus menerapkan hasil penelitian ,dalam kehidupan nyata.
“Berharap ICISSS, dapat digelar secara konsisten setiap tahun dan menjadi forum yang dinantikan kalangan akademisi internasional.
Semua profesor yang hadir berharap dapat memberikan kontribusi terbaik, untuk pengembangan keilmuan. Khususnya, di bidang masing-masing sekaligus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme,” pungkasnya. [kim.wwn]



