Jember, Bhirawa – Program pelayanan kesehatan gratis Homecare yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendapat apresiasi dari Ombudsman Republik Indonesia. Bahkan, program yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga itu dinilai layak menjadi model pelayanan publik yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Ombudsman RI, Dr. Rahmadi Indra Tektona, S.H., M.H., saat melakukan pemantauan langsung pelaksanaan program Homecare di Kabupaten Jember. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kualitas, efektivitas, serta manfaat pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Rahmadi bersama Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) meninjau tiga pasien dengan kondisi kesehatan yang berbeda, mulai dari penderita stroke ringan hingga parkinson.
Di setiap lokasi, mereka menyaksikan langsung tenaga kesehatan (nakes) memberikan layanan medis secara door to door kepada warga.
Di hadapan Ombudsman, Gus Fawait menjelaskan mekanisme kerja program Homecare, mulai dari alur pelayanan, pembagian tugas tenaga kesehatan, hingga sistem koordinasi yang diterapkan di lapangan agar penanganan pasien berlangsung cepat dan terintegrasi.
“Kami melihat langsung bagaimana para nakes melaksanakan pelayanan Homecare. Pelaksanaannya sangat baik, bahkan sudah didukung fasilitas telemedicine yang terhubung langsung dengan dokter siaga di rumah sakit rujukan seperti RS Soebandi,” ujar Rahmadi.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi nilai tambah program tersebut. Melalui sistem telemedicine, tenaga kesehatan yang berada di rumah pasien dapat berkonsultasi secara real time dengan dokter spesialis di rumah sakit sehingga keputusan medis dapat diambil lebih cepat, tepat, dan responsif.
Tak hanya menyoroti pelayanan medis, Ombudsman RI juga mengapresiasi sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Rahmadi menilai kolaborasi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan pelayanan publik yang berkualitas. Karena itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin optimal.
Ia berharap inovasi pelayanan kesehatan jemput bola seperti Homecare tidak berhenti di Jember, tetapi dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain sebagai upaya mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Inovasi pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga ini perlu kita jaga bersama. Harapan kami, program di Jember ini dapat terus berkembang dan menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkas Rahmadi. [geh.kt]


