31.1 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Heboh Suara Gemuruh dari Bawah Lahan Tembakau, BPBD Sampang Turun Langsung Tinjau Lokasi

Sampang, Bhirawa — Fenomena suara gemuruh yang menyerupai aliran air yang muncul dari dalam tanah di lahan tembakau warga, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, sempat membuat warga heboh. Menyusul laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan awal bersama sejumlah instansi terkait, Senin (3/8/2026).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa tim langsung melakukan survei lapangan untuk mengetahui kondisi di tempat serta mengumpulkan informasi awal mengenai fenomena yang dilaporkan warga.

“Berdasarkan keterangan warga, suara gemuruh dari dalam tanah sebenarnya bukan hal baru. Fenomena ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, namun kemunculannya tidak terus-menerus — kadang muncul, lalu hilang dalam waktu tertentu. Saat lahan tergenang air, juga sering terlihat gelembung udara keluar dari dalam tanah sebelum akhirnya menghilang,” ungkap Hozin.

Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya suara gemuruh maupun gelembung udara tersebut belum dapat dipastikan. Oleh karena itu, BPBD akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi teknis guna melakukan kajian mendalam agar penyebabnya dapat diketahui secara ilmiah.

Peninjauan ini juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, serta masyarakat setempat.

Sementara itu, Nasuri, Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Gunungeleh, menyampaikan bahwa suara aliran air tersebut terdengar cukup nyaring di salah satu titik sawah yang kini ditanami tembakau.

Berita Terkait :  Aksi Damai Solidaritas Palestina Pantik Kepedulian Sesama

“Benar, suaranya nyaring seperti percikan air terjun. Fenomena ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, terutama saat musim hujan. Namun kini muncul pula di musim kemarau, sehingga kami melaporkannya kepada pihak berwenang untuk memastikan apakah fenomena ini berbahaya atau tidak,” ujar Nasuri. [lis.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!