31.1 C
Sidoarjo
Monday, August 3, 2026
spot_img

Nelayan Asal Jangkar Ditemukan Meninggal Di Laut, Satpolairud Gerak Cepat Evakuasi Korban

Situbondo, Bhirawa – Proses pencarian terhadap seorang nelayan asal Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, yang dilaporkan hilang saat melaut akhirnya berakhir duka.

Sugianto (45), warga Kampung Dami, Desa Jangkar, ditemukan meninggal dunia di perairan Pantai Asta, Senin (3/8), setelah sebelumnya perahunya ditemukan mengapung tanpa awak di tengah laut.

Korban diketahui berangkat melaut seorang diri dengan menggunakan perahu bernama lambung Teroboss untuk menangkap ikan.

Namun sekitar pukul 12.00 WIB, seorang nelayan bernama Hosnan (33), warga Desa Pesanggrahan, menemukan perahu korban mengapung tanpa awak sekitar 12 mil laut dari bibir Pantai Jangkar. Ponsel milik korban masih berada di atas perahu, sementara korban tidak ditemukan.

Perahu tersebut kemudian ditarik ke Pantai Agel oleh Hosnan. Sejumlah nelayan setempat langsung melakukan pencarian secara mandiri, tetapi hingga malam hari korban belum berhasil ditemukan.

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan pihaknya bersama tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian setelah menerima laporan.

“Pada Senin pagi kami bersama personel Ditpolairud Polda Jatim, TNI AL Pos Jangkar, Polsek Jangkar, Koramil Jangkar, BPBD, dan Tagana menuju lokasi pencarian untuk melakukan upaya penyisiran,” ujarnya.

Di tengah proses pencarian, sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga korban menerima kabar dari seorang nelayan bernama Suto (52) yang menemukan sesosok jenazah mengambang sekitar dua mil di utara bibir Pantai Asta Jangkar

Berita Terkait :  Jobdis, Platform Unesa yang Jembatani Angkatan Kerja Disabilitas dengan Instansi dan Industri

Suto mengaku saat itu sedang memancing seorang diri. Ia melihat tubuh korban mengambang sekitar 500 meter dari lokasi memancing, kemudian menghubungi kerabatnya yang berada tidak jauh dari lokasi sebelum menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga korban.

Keluarga kemudian memastikan identitas jenazah berdasarkan ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan korban saat berangkat melaut.

Petugas Puskesmas Jangkar melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah selanjutnya dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans untuk dimakamkan.

AKP Gede Sukarmadiyasa mengimbau seluruh nelayan agar mengutamakan keselamatan setiap kali melaut, salah satunya dengan menggunakan jaket pelampung.

“Kami mengimbau kepada para nelayan agar selalu menggunakan life jacket saat bekerja di laut. Alat keselamatan ini sangat membantu apabila nelayan terhempas ombak atau terjatuh ke laut sehingga peluang untuk menyelamatkan diri lebih besar. Selain memperhatikan kondisi cuaca, penggunaan alat keselamatan juga harus menjadi kebiasaan,” pungkasnya. [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!