29 C
Sidoarjo
Thursday, April 30, 2026
spot_img

Hadapi Potensi Kekeringan, BPBD Gresik Lakukan Berbagai Upaya Mitigasi dan Imbau Warga Tidak Bakar Sampah Sembarangan

Gresik, Bhirawa

Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan membawa potensi peningkatan kasus kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik terus memperkuat langkah mitigasi secara menyeluruh. Berbagai strategi dan persiapan telah disusun agar dampak yang terjadi dapat diminimalkan dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa upaya persiapan dimulai dengan penyusunan Surat Edaran yang berisi pedoman kesiapsiagaan menghadapi kondisi kekeringan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemetaan risiko di seluruh wilayah untuk mendeteksi dini daerah-daerah yang berpotensi mengalami masalah, sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya yang mungkin terjadi serta cara-cara pencegahannya.

“Mitigasi tidak hanya dilakukan dari sisi peraturan dan pemantauan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman kepada warga agar sama-sama waspada dan dapat ikut berperan menjaga kondisi lingkungan,” ujarnya.

Dari sisi teknis, BPBD juga telah menyiapkan berbagai langkah, salah satunya adalah pengelolaan sumber daya air dengan cara mengoptimalkan fungsi waduk dan embung yang ada. Tim juga akan lebih rutin melakukan patroli di lapangan, terutama saat musim kemarau tiba, untuk mencegah dan menangani dini kasus kebakaran lahan yang berpotensi meluas.

Untuk mendukung penanganan jika nanti terjadi dampak kekeringan, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 250 unit tangki air bersih yang siap didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, jika kondisi semakin memburuk, status siaga darurat kekeringan akan segera ditetapkan agar seluruh pihak dapat bergerak secara terkoordinasi.

Berita Terkait :  Bawaslu Jember Tolak Disumpah Pansus Pilkada, Krisis Kepercayaan Mengemuka!

“Keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait. Semua harus berperan aktif agar dampak yang terjadi dapat ditekan sekecil mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, menyampaikan bahwa persiapan sudah mulai dilaksanakan secara bertahap.

“Sejak kemarin, kami sudah mulai menyalurkan peralatan penunjang seperti tandon air, tandon lipat, dan terpal ke beberapa wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, beberapa daerah yang menjadi perhatian utama meliputi wilayah Kecamatan Panceng termasuk Desa Surowiti, Sidayu, Duduksampeyan, Cerme, Kedamean, Driyorejo, Balongpanggang, hingga Benjeng. Persiapan ketersediaan air bersih di daerah-daerah tersebut telah disiapkan dengan baik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memberikan arahan kepada petani agar mulai beralih menanam jenis tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca kering.

Berdasarkan prakiraan dari BMKG, musim kemarau diperkirakan akan mulai terasa pada akhir bulan April, akan semakin meningkat pada Mei hingga Juni, dan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang.

“Untuk saat ini, kondisi ketersediaan air di waduk-waduk kita masih dalam keadaan aman. Namun kita harus waspada, karena periode kering yang lebih parah diperkirakan akan terjadi mulai bulan Agustus hingga Oktober,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Polres Pasuruan Kota Serukan Jaga Stabilitas Sitkamtibmas Jelang Pilkada Serentak 2024

Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, BPBD juga mengeluarkan himbauan penting kepada seluruh masyarakat. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak membakar sampah atau rumput sembarangan karena dapat memicu kebakaran yang berbahaya, serta selalu berhemat dalam penggunaan air bersih dan menjaga kecukupan asupan minum untuk menghindari dehidrasi.

Pemerintah desa juga diimbau agar segera berkoordinasi dengan BPBD jika membutuhkan bantuan air bersih, agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

“Yang terpenting, mari kita selalu mengikuti informasi terbaru mengenai prakiraan cuaca dari BMKG, serta menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan selama musim kemarau berlangsung,” pungkasnya.  [kim.kt]

Berita Terkait

1 COMMENT

  1. Cara membuka blokir aplikasi (Balé by BTN) atau BTN mobile, tanpa datang langsung ke bank atau online, Anda bisa menghubung via Whatsapp resmi di (+62 819-7350-3279)/(+6282-1816-6194) atau Call center, (1500-012), jelas kan permasalahan ke call center BTN lalu ikuti prosedur verifikasi data yang di jelaskan staf call center BTN, jika gagal bisa langsung datang ke kantor cabang terdekat kami membawa (e- KTP dan kartu ATM ) anda juga bisa langsung pilih opsi reset password di aplikasi BTN Mobile melalui halaman login, kami juga menerima keluhan lain dari nasabah kami,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!