31.1 C
Sidoarjo
Thursday, July 30, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah-Menteri PPA Luncurkan Gerakan Perisai Anak, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

“ Gerakan Bersama Wujudkan Ruang Digital yang bagi Anak “

Pasuruan, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi meluncurkan Gerakan Perlindungan Anak di Ruang Digital (Perisai Anak) Jawa Timur. Peluncuran dilakukan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Timur di Pintu Langit, Ledug, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/7/2026).

Gerakan Perisai Anak menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak melalui pendekatan edukasi, regulasi, serta kolaborasi lintas sektor.

Khofifah mengatakan, lahirnya Perisai Anak dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan internet oleh anak dan remaja di Indonesia. Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 235 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi mencapai lebih dari 81 persen penduduk.

Di sisi lain, Generasi Alpha dan Generasi Z menjadi kelompok yang paling aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi pengembangan pendidikan dan kreativitas anak, namun juga menghadirkan berbagai risiko, seperti perundungan siber, paparan konten negatif, eksploitasi seksual daring, perjudian online, hingga berbagai bentuk kejahatan digital.

“Perisai Anak hadir sebagai gerakan preventif yang mengedepankan edukasi, penguatan regulasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Khofifah.

Berita Terkait :  Ketua SC Muktamar NU Ke-35 Tinjau Kesiapan Infrastruktur di Tambakberas Jombang

Menurutnya, perlindungan anak di ruang digital tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga platform digital sangat diperlukan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara aman di era digital.

“Perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak harus bergerak agar anak-anak mendapatkan ruang digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang mereka,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Perisai Anak dibangun melalui lima pilar utama. Pertama, penguatan regulasi dan tata kelola sebagai landasan perlindungan anak di ruang digital. Kedua, peningkatan literasi digital dan kesadaran publik mengenai risiko serta cara melindungi anak saat beraktivitas di internet.

Pilar ketiga berupa penyediaan layanan digital yang responsif terhadap pengaduan dan penanganan kasus. Pilar keempat adalah membangun jejaring kolaborasi antarinstansi dan komunitas. Sedangkan pilar kelima berupa monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program.

Pemprov Jatim juga memperkuat pelaksanaan Perisai Anak melalui berbagai regulasi, salah satunya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2025 yang menjadi pijakan pengembangan kebijakan perlindungan anak di ruang digital.

Selanjutnya, implementasi program akan diperkuat dengan penyusunan petunjuk teknis, standar operasional prosedur (SOP), pembentukan tim, hingga surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Khofifah optimistis Perisai Anak mampu menciptakan tata kelola perlindungan anak yang terintegrasi melalui tiga pendekatan utama, yakni pencegahan, penanganan, dan kolaborasi.

Berita Terkait :  Kunjungi SMA Taruna Nusantara, Upayakan Peningkatan Mutu Pendidikan Ketarunaan

Pendekatan pencegahan dilakukan melalui edukasi literasi digital kepada anak, orang tua, guru, dan masyarakat. Sementara penanganan dilakukan melalui mekanisme pelaporan, pendampingan korban, serta koordinasi lintas lembaga.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Perisai Anak juga akan menghadirkan portal digital yang menyediakan informasi, materi edukasi, layanan pengaduan, serta berbagai fitur pendukung perlindungan anak secara terpadu.

“Kehadiran platform ini diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus melaporkan berbagai persoalan yang dihadapi anak di ruang digital,” katanya.

Khofifah menambahkan, keberhasilan Perisai Anak sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, Pemprov Jatim akan terus mendorong komitmen bersama, penyusunan rencana aksi, serta monitoring secara berkala untuk memastikan program berjalan efektif.

Sementara itu, Menteri PPPA RI Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi peluncuran Perisai Anak sebagai bentuk inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sistem perlindungan anak.

Menurutnya, inovasi daerah seperti Perisai Anak penting untuk menghadirkan layanan perlindungan anak yang mudah diakses, responsif, terintegrasi, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

“Saya juga mengapresiasi peluncuran inovasi Perisai Anak sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat sistem perlindungan anak,” ujarnya.

Melalui Gerakan Perisai Anak, Pemprov Jawa Timur menegaskan komitmennya menghadirkan ruang digital yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak. Program ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun generasi yang cakap digital, berkarakter, sekaligus terlindungi dari berbagai ancaman di dunia maya. [ina.kt]

Berita Terkait :  Video Mapping Bikin Semarak Grand Launching Kota Lama

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!