30 C
Sidoarjo
Saturday, September 19, 2026
spot_img

Bulog Bojonegoro Pastikan Aduan Kualiatas Beras Bantuan Pangan Ditangani Kurang dari 24 Jam

Lamongan, Bhirawa – Perum Bulog Cabang Bojonegoro terus mempercepat penyaluran Program Bantuan Pangan (Banpang) Tahap II untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Dalam program tersebut, sebanyak 19.200 ton beras bantuan pangan disalurkan kepada 640.002 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.

Untuk memastikan bantuan yang diterima masyarakat memiliki kualitas baik, Bulog menerapkan sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum beras didistribusikan. Beras bantuan pangan terlebih dahulu dilakukan repacking ke dalam kemasan 10 kilogram, disertai pengecekan kualitas selama proses tersebut.

Selain itu, Bulog juga melakukan pemrosesan kembali melalui mitra pengolahan apabila diperlukan untuk memastikan kualitas beras tetap baik.

Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro Umar Said mengatakan, pihaknya telah membentuk Tim Monitoring dan Evaluasi Kualitas dan Kuantitas Penyaluran. Tim tersebut bertugas melakukan pengecekan beras bantuan pangan sebelum dikirim ke titik distribusi.

“Tim ini bertugas melakukan pengecekan beras bantuan pangan sebelum dilakukan pengiriman ke titik distribusi,” ujar Umar, Jumat (18/9/2026).

Bulog juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat penerima bantuan apabila menemukan beras dengan kualitas yang dianggap tidak sesuai. Pengaduan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Bulog, Satgas Bantuan Pangan Bulog di desa, maupun aparat desa.

Umar menegaskan, setiap aduan akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan dan penggantian beras apabila ditemukan kualitas yang tidak sesuai.

Berita Terkait :  Shuttle Bus Kota Batu Belum Bisa Dioperasikan di Hari Libur Panjang Akhir Tahun

“Penukaran beras tersebut akan kami layani maksimal kurang dari 24 jam,” tegasnya.

Respons cepat tersebut telah diterapkan ketika Bulog menerima aduan dari masyarakat terkait kualitas beras bantuan pangan. Petugas langsung melakukan pengecekan ke titik desa dan mengganti beras yang dianggap kurang sesuai dengan beras berkualitas baik.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan tidak sampai 1 x 24 jam aduan tersebut sudah kami layani,” kata Umar.

Respons tersebut mendapat apresiasi dari salah satu kepala desa yang menerima dan melakukan pengecekan beras bantuan pangan. Setelah dilakukan penggantian, beras yang diterima dinilai memiliki kualitas lebih baik dan tidak berbau.

“Alhamdulillah pihak Bulog sudah langsung mengganti berasnya dengan kualitas yang baik dan tidak berbau. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Bulog,” ujarnya.

Sementara itu, Bulog bersama anggota Komisi IV DPR RI Eko Wahyudi juga melakukan pemantauan penyaluran Bantuan Pangan Beras di Desa Jatiklabang, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban.

Dalam pemantauan tersebut, Eko Wahyudi mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bantuan beras untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan tidak menjual kembali bantuan yang diterima.

“Beras Bantuan Pangan ini saya imbau jangan sampai dijual kembali, harus menjadi manfaat buat warga sekalian,” ujarnya.

Menurut Eko, secara teknis penyaluran Bantuan Pangan telah melibatkan kolaborasi pemerintah daerah hingga pemerintah desa. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat proses distribusi berjalan lancar dan bantuan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Berita Terkait :  Kepala Bagian Organisasi Setda Sidoarjo Kosong, Diusahakan Diisi Bulan September

Bulog menegaskan akan terus mengawal penyaluran bantuan beras sesuai ketentuan, dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, mulai tingkat provinsi hingga kelurahan/desa.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan program Bantuan Pangan berjalan sesuai sasaran sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat rumah tangga. [yit.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!