Gresik, Bhirawa – Kondisi empat Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Gresik mengkhawatirkan. Kerusakan bangunan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera. Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik memperkirakan kebutuhan anggaran perbaikan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Empat madrasah yang membutuhkan perhatian tersebut yakni MI Fathul Huda, MI Tasywirul Afkar, MI Mattabiul Huda, dan MI Darul Ulum. Kerusakan di sejumlah bangunan antara lain, berupa tembok retak dan bagian bangunan yang mengalami kerusakan.
Kondisi semakin menjadi perhatian, karena sebagian bangunan madrasah berada di kawasan yang berdekatan dengan aliran sungai. Hal itu menimbulkan kekhawatiran bangunan berpotensi tergerus, terlebih jika kerusakan tidak segera ditangani.
Kepala Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Ali Faiq mengatakan, kondisi sejumlah madrasah tersebut sudah membutuhkan penanganan. Agar tidak membahayakan siswa, maupun tenaga pendidik. “Untuk saat ini, kami berusaha untuk membuat proposal ke pusat, Kemenag RI, dan kepada DPRD Gresik agar mendapatkan bantuan tersebut,” kata Faiq.
Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, merupakan kebutuhan penting untuk menjamin kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan nyaman. Bangunan sekolah menjadi fasilitas utama, yang digunakan siswa dan guru setiap hari.
“Kami berharap pendidikan di Kabupaten Gresik, secara keseluruhan dalam hal ini madrasah di bawah Kemenag Gresik. Dapat memperoleh pelayanan yang layak dan tidak membahayakan jiwa, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan proses belajar mengajar,” ujarnya.
Kemenag Gresik, menyiapkan proposal bantuan untuk diajukan kepada Kementerian Agama RI. Selain itu, koordinasi dengan DPRD Gresik. Juga dilakukan agar kebutuhan perbaikan sarana, dan prasarana empat madrasah tersebut mendapat perhatian dan dukungan anggaran.
Persoalan kerusakan madrasah bukan hanya menyangkut kondisi fisik bangunan. Lebih dari itu, keselamatan siswa dan guru serta keberlangsungan proses pendidikan menjadi pertimbangan utama. Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin parah.
Ditambahkan Faiq, bahwa kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan biaya perbaikan di kemudian hari.
Kemenag Gresik, berharap dukungan lintas pihak dapat segera terealisasi. Sehingga empat madrasah tersebut bisa mendapatkan perbaikan, dan kembali menjadi lingkungan belajar yang aman bagi siswa dan tenaga pendidik. [kim.wwn]


