27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 15, 2026
spot_img

BERSUMPAH, DLH Jatim dan Komunitas Sungai Sapu Bersih Sungai di Lamongan


Oleh:
Rachmat Caesar, Kota Surabaya

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim bersama ratusan relawan, pegiat lingkungan, dan pejabat lintas sektor menggelar aksi Bersih Sungai dari Sampah (BERSUMPAH), Selasa (15/9).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sungai yang masih menjadi tempat pembuangan sampah domestik.

Massa membawa kantong plastik besar dan menyisir bantaran sungai untuk membersihkan sampah. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mengurai sumbatan air yang dapat mengganggu produktivitas pertanian dan kenyamanan masyarakat.

Kepala DLH Jatim Dr Nurkholis, S.Sos., M.Si., M.Han. mengatakan, BERSUMPAH merupakan langkah konkret untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Kegiatan itu juga melibatkan DLH Kabupaten Lamongan dan komunitas Perkumpulan Komunitas Sungai dan Lingkungan (KOMPILASI).

“Ini edukasi nyata agar masyarakat berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” tegas Nurkholis.

Ketua KOMPILASI Kabupaten Lamongan Ir. Atekan Andriono memberikan apresiasi kepada DLH Jatim dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan BERSUMPAH. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung 15-16 September 2026 itu menjadi momentum memperkuat jejaring komunitas sungai.

Atekan mengatakan, tema “Merawat Sungai, Memulihkan Kehidupan” bukan sekadar slogan. Sungai memiliki fungsi strategis sebagai sumber air baku, pengendali banjir, penyedia jasa lingkungan, serta penopang kehidupan dan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kerusakan dan pencemaran sungai tidak hanya berdampak terhadap lingkungan. Kondisi tersebut juga mengancam kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, produktivitas ekonomi, dan keberlanjutan pembangunan.

Berita Terkait :  Ikuti Program Diet, 60 polisi Trenggalek Turunkan Berat Badan

Atekan menyebut pencemaran limbah domestik dan pertanian menjadi salah satu tantangan di wilayah Lamongan. Kondisi tersebut turut memicu pertumbuhan eceng gondok di kawasan Bengawan Jero, selain masih ditemukannya sampah yang dibuang langsung ke badan sungai.

Ia menilai pengelolaan sungai membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media perlu bersinergi menjaga sungai dari hulu hingga hilir.

Atekan juga mengapresiasi gerakan “Tobat Ekologis” yang diangkat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Gerakan itu mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan mencemari sungai, membuang sampah sembarangan, mengurangi plastik sekali pakai, serta mengelola limbah dengan baik.

Ia berharap deklarasi komunitas sungai tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Deklarasi tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata seperti edukasi masyarakat, pengurangan sampah dari sumbernya, pengelolaan limbah domestik, rehabilitasi sempadan sungai, dan penguatan kelembagaan komunitas.

Atekan menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh DLH Jatim dalam bersinergi dengan KOMPILASI. Ia mengajak seluruh komunitas sungai terus memperkuat kolaborasi dan memperluas gerakan untuk mewujudkan sungai yang lestari bagi generasi mendatang. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!