29 C
Sidoarjo
Monday, June 22, 2026
spot_img

Eksotisme Festival Belah Jimat Mangunharjo yang Kini Masuk Kalender Event Jatim


Oleh:
Ayu Firdha, Kota Probolinggo

Ratusan warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo turun ke jalan dalam pawai budaya yang menjadi puncak rangkaian Festival Seni Budaya Belah Jimat, Senin (22/6).

Beragam pertunjukan kesenian rakyat hingga kreativitas warga ditampilkan dalam kegiatan yang dipusatkan di halaman GOR Tri Dharma tersebut.

Festival yang mengangkat tema “Winangun Kerta Kinarya Japa” itu merupakan agenda tahunan masyarakat Mangunharjo. Tahun ini, Belah Jimat tercatat sebagai salah satu dari 160 kalender event Kota Probolinggo sekaligus masuk dalam kalender event Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan, keberlanjutan kegiatan budaya seperti Belah Jimat menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi masyarakat sekaligus mengenalkan potensi lokal. Menurutnya, festival tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.

“Belah Jimat masuk kalender event provinsi (Jatim). Akan terus kita tingkatkan sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang dilirik wisatawan lokal maupun internasional,” ujarnya saat menghadiri acara bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo Evariani.

Menurut Aminuddin, tema yang diusung tahun ini memiliki makna membangun kesejahteraan yang memberi manfaat bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan nilai doa dan kebersamaan.

Festival Seni Budaya Belah Jimat digelar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan sejarah masyarakat Mangunharjo. Selain menjadi ruang edukasi budaya, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi warga melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Berita Terkait :  AAI Jatim Kukuhkan Pengurus Baru, Prioritaskan Transformasi Digital Kearsipan

Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama menjelaskan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 1 Suro atau 1 Muharram. Agenda diawali dengan khotmil Quran, ziarah ke makam tokoh-tokoh terdahulu, istigasah, hingga jamasan kentongan Kiai Lembu Suro sebelum ditutup dengan festival budaya.

“Puncaknya adalah pawai budaya kesenian rakyat dan bazar UMKM Mangunharjo. Kegiatan ini melibatkan sekitar 500 orang, dengan 16 tampilan seni serta 15 stan UMKM dari 17 RW,” katanya.

Sejumlah pertunjukan ditampilkan dalam pawai budaya tersebut, mulai dari arak-arakan kentongan, festival kostum, musik duk-duk, pawai Bhineka Tunggal Ika, gemar makan ikan, ogoh-ogoh, tari tradisional, kreasi modern, hingga peragaan busana batik.

Kegiatan yang dikelola Pokmas Teja Arum itu juga melibatkan partisipasi warga secara swadaya selain dukungan dari APBD. Pawai budaya tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, forkopimcam Mayangan, serta para lurah se-Kecamatan Mayangan. [fir.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!