27.2 C
Sidoarjo
Thursday, July 30, 2026
spot_img

Ekonomi di Provinsi Jawa Timur Tumbuh 5,96 Persen

Surabaya, Bhirawa. – Ekonomi Jawa Timur pada triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,96 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), hal ini disampaikan Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Nurul Adriana. Adapun produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp532,66 triliun dan atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat Rp888,44 triliun pada triwulan I tahun ini.

“Kalau membandingkan ekonomi triwulan I 2026 terhadap triwulan I 2025 tumbuh 5,96 persen. Sesuai lapangan usaha, ekonomi Jatim tersebut ditopang oleh Jasa Lainnya yang tumbuh sebesar 13,44 persen, diikuti lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minum yang tumbuh 10,53 persen,” jelasnya.

Selain itu juga didukung oleh lapangan usaha Jasa Perusahaan yang tumbuh sebesar 8,13 persen serta lapangan usaha Pengadaan Air yang tumbuh 7,87 persen. Nurul menambahkan, menurut pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang tumbuh sebesar 20,33 persen. Diikuti Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 8,77 persen.

“Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 7,50 persen serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang tumbuh 5,89 persen. Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 1,96 persen sedangkan Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB tumbuh sebesar 3 persen,” tuturnya.

Secara spasial struktur perekonomian Pulau Jawa pada triwulan I-2026 didominasi oleh Provinsi DKI Jakarta dengan kontribusi terhadap PDRB Pulau Jawa sebesar 29,13 persen, diikuti Provinsi Jawa Timur 25,16 persen, Provinsi Jawa Barat 22,63 persen, Provinsi Jawa Tengah 14,50 persen, Provinsi Banten 7,00 persen, dan Provinsi DI Yogyakarta 1,57 persen.

Berita Terkait :  Hasil Tes DNA Negatif, Polres Situbondo SP3 Kasus Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

Dan pada triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi secara tahunan tertinggi dicapai oleh Provinsi Jawa Timur sebesar 5,96 persen, diikuti Provinsi Jawa Tengah 5,89 persen, Provinsi DI Yogyakarta 5,84 persen, Provinsi Jawa Barat 5,79 persen, Provinsi Banten 5,64 persen, dan Provinsi DKI Jakarta 5,59 persen.

Pondasi Ekonomi Jatim
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 yang mencapai 5,96 persen (y-on-y) menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Menurut Khofifah, tak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, capaian tersebut juga menunjukkan kuatnya fondasi ekonomi Jawa Timur yang terus bergerak produktif di berbagai sektor strategis. Sementara secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 1,25 persen dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025.

“Alhamdulillah, di tengah tantangan global yang masih dinamis, ekonomi Jawa Timur mampu tumbuh tertinggi se-Jawa dan melampaui nasional. Ini patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah,” tuturnya.

Khofifah menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga akselerasi aktivitas ekonomi masyar memperkuat daya beli, serta mendorong produktivitas sektor-sektor strategis. Struktur

Bahkan capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, serta mendorong produktivitas sektor-sektor strategis. Struktur utama ekonomi Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan sebesar 18,77 persen, dan pertanian sebesar 10,51 persen.

Berita Terkait :  Pemkab Sidoarjo Persiapkan MTQ Kabupaten ke-31

892,64 Ribu Orang di Jatim Menganggur
Pada Februari 2026, sebanyak 892,64 ribu orang di Jawa Timur (Jatim) menganggur dari total penduduk angkatan kerja sebanyak 25,14 juta orang. “Dibandingkan Februari 2025 lalu di Provinsi Jawa Timur jumlah pengangguran berkurang sebesar 1,86 ribu orang dan jumlah penduduk bekerja masing-masing bertambah sebanyak 386,19 ribu orang dan 388,04 ribu orang,” papar Nurul.

PUK Jawa Timur pada Februari 2026 sebanyak 33,62 juta orang yakni bertambah 280,14 ribu orang dibandingkan Februari 2025 dengan mayoritas penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yang mencapai 25,14 juta orang sedangkan sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 8,48 juta orang.[riq.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!