27.8 C
Sidoarjo
Friday, August 7, 2026
spot_img

Dua Pelajar Kota Pasuruan Tembus Paskibraka Provinsi Jatim 2026


Pasuruan, Bhirawa – Kerja keras dan kedisiplinan tinggi yang dipupuk selama berbulan-bulan akhirnya membuah hasil manis bagi dunia pendidikan Kota Pasuruan. Dua pelajar terbaik daerah ini resmi terpilih dan menembus skuad elit Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Mereka adalah Hayya Luthfiyyah Inas, siswi SMKN 1 Kota Pasuruan, dan Muhammad Nabiil Al Ghaaziy, siswa SMAN 1 Kota Pasuruan. Pasangan pelajar berprestasi tersebut berhasil menyisihkan ratusan pesaing lain dalam persaingan ketat yang melibatkan perwakilan pelajar dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Kabar membanggakan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Pasuruan, Hj Fatimah, di sela-sela pembukaan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Paskibraka Kota Pasuruan, Kamis (6/8).

Fatimah menceritakan, perjalanan Kota Pasuruan untuk mengirimkan wakil ke tingkat regional membutuhkan perjuangan ekstra. Sejak awal, Bakesbangpol menjaring putra-putri terbaik di tingkat sekolah untuk melaju ke tahapan seleksi berjenjang

“Awalnya Kota Pasuruan mengirimkan empat peserta terbaik, yaitu dua pasang putra dan putri, untuk berlaga di tahapan seleksi tingkat provinsi. Persaingannya sangat kompetitif karena seluruh daerah mengirimkan delegasi terbaiknya,” papar Fatimah.

Lewat serangkaian tes yang menguras fisik, mental, hingga wawasan kebangsaan, Hayya dan Nabiil akhirnya mengunci tempat di tingkat provinsi.

Sementara dua peserta lainnya yang belum lolos di tingkat regional, tidak berkecil hati dan kembali memperkuat barisan utama Paskibraka di tingkat Kota Pasuruan. Tentu saja, keberhasilan Hayya dan Nabiil melenggang ke tingkat Jawa Timur menjadi pemantik semangat bagi 74 pelajar lainnya yang kini resmi memulai pemusatan diklat di tingkat Kota Pasuruan.

Berita Terkait :  Dari Burnout hingga Produktivitas Nasional, Pesan Kunci Dewan K3 Jatim di Forum Kedokteran Okupasi

Suasana penuh haru dan ketegangan mewarnai Kompleks Markas Komando Yonzipur 10/JP Pasuruan saat Upacara Tradisi Tantingan digelar pada hari yang sama. Tradisi Tantingan merupakan ritual krusial yang menandai dimulainya kawah candradimuka bagi para calon pengibar bendera.

Dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, jajaran Forkopimda, pelatih dari unsur TNI/Polri, serta senior Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Pasuruan, para peserta ditanya satu per satu mengenai ketetapan hati dan kesiapan mereka sebelum melangkah ke karantina intensif.

Kepala Bakesbangpol Kota Pasuruan, Heri Dwi Sujatmiko, menjelaskan 74 siswa-siswi yang berdiri di Mako Yonzipur 10 merupakan pemuda-pemudi pilihan yang telah menyisihkan ribuan pelajar di Kota Pasuruan.

“Jumlah peserta yang mengikuti tantingan ada 74 orang. Ini bukan sekadar upacara seremonial, melainkan momentum krusial untuk meneguhkan tekad, komitmen serta kesiapan fisik dan mental seluruh peserta sebelum memasuki masa diklat yang menguras energi,” kata Heri.

Menurut Heri, prosesi Tantingan menjadi benteng awal untuk memastikan setiap calon pengibar bendera memiliki ketahanan moral yang kokoh.

Tugas yang akan mereka emban pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang membutuhkan ketepatan, kedisiplinan mutlak dan mental baja.

Selama masa pemusatan latihan, para peserta tidak hanya dituntut menguasai kerapian Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan formasi pengibaran Sang Merah Putih. Kurikulum diklat yang dirancang Bakesbangpol bersama tim pelatih TNI/Polri juga menekankan pada pembentukan karakter.

Berita Terkait :  ITS Berkolaborasi dengan Dinas PMD Jawa Timur Mengedukasi UMKM BUM Desa Bisa Go Internasional

Para peserta disuntik materi-materi kepemimpinan, manajemen waktu, pembentukan jiwa korsa, hingga penanaman nilai-nilai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan. Harapannya, sepulang dari karantina diklat, mereka tidak hanya sukses mengibarkan bendera, tetapi juga menjelma menjadi role model atau teladan bagi generasi muda di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Pemerintah Kota Pasuruan pun juga menaruh harapan besar pada seluruh rangkaian pelatihan ini. Baik Hayya dan Nabiil yang bertugas di tingkat provinsi, maupun 74 peserta yang bertugas di tingkat kota, diharapkan dapat membawa nama baik daerah dan menjalankan amanah sejarah dengan sempurna pada 17 Agustus mendatang. [hil.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!