“ Sebut Jambore Nasional Tempa Generasi Emas Penjaga NKRI “
Pemprov Jatim, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 1.537 kontingen Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk mengikuti Jambore Nasional ke XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Bogor yang akan digelar pada 11-21 Agustus mendatang. Prosesi pelepasan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (7/8) sore, dan dihadiri Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030, Muhammad Arum Sabil.
Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jambore Nasional XII menjadi momentum strategis untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong, serta nasionalisme generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu disampaikan Khofifah saat melepas 1.537 kontingen Gerakan Pramuka Jawa Timur yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Bogor, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/8).
Menurut Khofifah, semangat persatuan yang dibangun melalui Jambore Nasional sejalan dengan misi besar bangsa dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.
“Ini adalah misi besar yang kita bangun di tengah-tengah kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu membangun persaudaraan untuk NKRI dan membangun semangat kegotongroyongan untuk menjaga NKRI,” ujar Khofifah.
Ia menegaskan bahwa menjaga keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa tanpa memandang daerah asal maupun latar belakang.

“Menjaga NKRI adalah tugas kita semua, dari lini dan daerah mana pun. Tugas ini adalah tugas yang sangat mulia,” katanya.
Khofifah menilai Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan ruang bertemunya para Pramuka dari seluruh Indonesia untuk memperkuat persaudaraan, persatuan, nasionalisme, dan integritas sebagai bangsa.
“Jambore Nasional adalah momentum mulia bagaimana para pandu bergandengan tangan membangun persaudaraan, menguatkan persatuan, nasionalisme, dan integritas bangsa,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pertemuan Pramuka dari berbagai provinsi juga menjadi kesempatan memperluas jejaring persahabatan dan kolaborasi antargenerasi muda dari seluruh Indonesia.
Karena itu, Khofifah berpesan agar seluruh kontingen Jawa Timur menjaga kesehatan, stamina, serta kekompakan selama mengikuti rangkaian kegiatan Jambore Nasional.
“Saya berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, stamina, dan kekompakan untuk membawa nama baik Jawa Timur sebagai Bumi Majapahit yang menyemai persaudaraan dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Khofifah berharap kontingen Jawa Timur mampu menjadi representasi nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat citra Jawa Timur sebagai daerah yang terus menumbuhkan semangat persatuan dan menjadi referensi dalam menjaga keutuhan Indonesia.
“Jaga nama baik Jawa Timur. Tunjukkan bahwa Bumi Majapahit terus menyemai semangat keindonesiaan untuk memperkuat NKRI,” pungkasnya.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Muhammad Arum Sabil mengatakan, kontingen yang diberangkatkan terdiri atas Pramuka Penggalang, Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK), pimpinan kontingen, pembina, serta pendamping. Selain itu, Jawa Timur juga menyiapkan anjungan pameran yang menampilkan berbagai inovasi hasil karya anggota Pramuka dari berbagai daerah di Jatim.
“Insyaallah Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peserta terbanyak dalam Jambore Nasional,” ujar Arum Sabil.
Ia berharap seluruh peserta tidak hanya mengikuti kegiatan dengan baik, tetapi juga mampu membangun jejaring persaudaraan serta menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka.
“Kami ingin adik-adik Pramuka Jawa Timur mampu membangun silaturahmi, menjadi teladan dalam mengamalkan Dasa Darma Pramuka, seperti cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, serta suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan,” katanya.
Menurutnya, Jambore Nasional menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan kepada generasi muda. Pembinaan karakter tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Generasi muda Jawa Timur harus dipersiapkan sejak sekarang. Adik-adik Pramuka yang kami kirim diharapkan mampu menjadi contoh bagi teman-teman seusianya,” imbuhnya.
Arum Sabil juga mengapresiasi kebijakan Kwartir Nasional yang memberikan peluang bagi pemegang Sertifikat Pramuka Garuda golongan Penegak untuk mendaftar menjadi prajurit TNI maupun anggota Polri melalui jalur khusus sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Kwarnas. Ketika adik-adik mendapatkan penghargaan atas karakter, mental, dan fisik yang telah terlatih, kemudian memperoleh kesempatan menjadi prajurit TNI maupun anggota Polri, tentu ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan,” ujarnya.
Selain mendukung pengembangan karakter, Kwarda Jawa Timur juga memperluas akses pendidikan bagi anggota Pramuka melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Nahdlatul Ulama Jawa Timur (UNU Jatim).
Melalui kerja sama tersebut, anggota Pramuka berprestasi berpeluang memperoleh prioritas atau perhatian khusus dalam melanjutkan pendidikan, termasuk di bidang kedokteran, kesehatan, hingga pertanian.
Arum Sabil menambahkan, Kwarda Jatim juga tengah menyiapkan kerja sama dengan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia yang direncanakan terealisasi bulan depan. Kerja sama itu difokuskan pada penguatan program Pramuka Produktif melalui pendidikan di bidang pertanian, sehingga anggota Pramuka tidak hanya memiliki keterampilan praktik, tetapi juga bekal akademik yang memadai. [ina.kt]


