28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, June 16, 2026
spot_img

Doa, Layanan Kesehatan, dan Filantropi Jadi Model Lokal PDUF MUI Jatim Menyemai Optimisme di 1 Muharram 1448 H


Surabaya, Bhirawa
Dalam momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur menggelar kegiatan Doa Untuk Negeri dengan tema Membangun Optimisme Kenegaraan Demi Terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Acara yang berlangsung di Klinik & Laboratorium Parahita Dharmawangsa Surabaya, Senin (15/6/2026) malam, bukan sekadar seremonial doa, kegiatan ini menggabungkan refleksi spiritual dengan layanan kesehatan gratis dan upaya penguatan filantropi sebagai pendekatan holistik untuk membangun harapan kolektif.

PDUF MUI Jawa Timur, bersama mitra Parahita Diagnostic Center dan Seribu Senyum, menempatkan program pelayanan publik, pemeriksaan kesehatan gratis, sebagai bagian penting dari perayaan hijriah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembentukan optimisme nasional dapat diwujudkan melalui sinergi antara penguatan nilai-nilai keagamaan, dukungan sosial, dan akses layanan dasar.

“Kegiatan ini berawal dari kegelisahan kami. Sebagaimana pesan para ulama di MUI bahwa kita adalah khadimul ummah atau pelayan umat. Karena itu, sebagai rumah besar umat, kita harus mampu menghadirkan rasa optimisme kepada masyarakat. Di tengah banyaknya berita dan narasi yang berseliweran terkait pesimisme kenegaraan, kami merasa perlu hadir untuk memberikan harapan. Melalui Doa Untuk Negeri ini, kami ingin mengurangi rasa pesimis tersebut dan mengubahnya menjadi optimisme,” ujar M. Syafii, Ketua Pelaksana yang juga Wakil Ketua III Corporate Relations PDUF MUI Jawa Timur.

Berita Terkait :  Surabaya Diusulkan sebagai Percontohan Kota Anti-Korupsi

Langkah nyata PDUF Jatim memperlihatkan bagaimana organisasi berbasis keagamaan dapat memainkan peran multifaset: sebagai fasilitator spiritual, penyelenggara layanan sosial, dan penggerak filantropi yang menumbuhkan kepedulian. Sekretaris PDUF MUI Jawa Timur menegaskan keterkaitan ini dalam visi organisasi.

“Melalui kegiatan Doa Untuk Negeri ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga optimisme, memperkuat solidaritas, dan berkontribusi sesuai peran masing-masing demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaya saing, dan penuh keberkahan,” ujar Moch. Rizzqi Aladib, S.P. CDMS, CWC.

Aspek pendidikan nilai dan transformasi pribadi juga mendapat ruang kuat dalam tausiyah yang disampaikan pada acara tersebut. Dr. H. M. Sulthon Amien, M.M. menggarisbawahi makna hijrah sebagai proses perubahan menuju kondisi yang lebih baik, baik untuk individu maupun bangsa.

Dalam pengantar tausiyahnya, Dr. Sulthon mengingatkan bahwa semangat hijrah Rasulullah SAW mengandung pelajaran perencanaan, keberanian, optimisme, dan komitmen membangun masyarakat beradab. Ia menegaskan bahwa umat Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan akhlak, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, kontribusi di bidang kesehatan, menjaga persatuan bangsa, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Puncak acara ditutup dengan Doa Bersama yang dipimpin langsung oleh Dr. H. M. Sulthon Amien, M.M., dimana seluruh peserta memanjatkan harapan agar Indonesia dianugerahi keamanan, persatuan, kemakmuran, dan kemudahan dalam mewujudkan visi pembangunan nasional menuju tahun 2045.

Berita Terkait :  Lima Desa di Gedangan dapat Penghargaan Ketua DPRD Sidoarjo

Pentingnya menjaga keseimbangan antara doa dan aksi tercermin dalam struktur kegiatan: penguatan spiritual ditemani dengan pelayanan kesehatan gratis yang menjangkau masyarakat langsung. Ini memberikan contoh konkret bagaimana organisasi keagamaan dapat mengurangi pesimisme publik bukan hanya melalui retorika, tetapi lewat program-program yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Ketua PDUF MUI Jawa Timur, K.H. Miftah Jauhari, S.E., menekankan makna hijriah yang lebih luas pada pergantian tahun Hijriah. “Tahun Baru Islam harus menjadi titik tolak bagi kita untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Melalui doa dan kebersamaan, kita berharap Indonesia mampu melangkah menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Sebagai lembaga yang fokus pada pengembangan dana umat dan filantropi, PDUF MUI Jawa Timur menempatkan kegiatan seperti “Doa Untuk Negeri” sebagai bagian strategi jangka panjang: membangun kesadaran sosial, memperkuat jaringan bantuan, dan mendorong kontribusi masyarakat untuk tujuan pembangunan nasional. Slogan lembaga merangkum tujuan itu, Membangun Kemandirian Umat, Menguatkan Filantropi, Menghadirkan Kebermanfaatan untuk Negeri.

Model yang ditampilkan PDUF Jatim menawarkan pelajaran bagi pemangku kepentingan lain, pemerintah daerah, LSM, dan organisasi masyarakat, bahwa penguatan optimisme publik memerlukan kombinasi spiritual, pelayanan publik, dan pengembangan kapasitas ekonomi serta sosial. Dengan demikian, upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukan hanya target pembangunan makro, tetapi juga hasil akumulasi langkah-langkah lokal yang menyentuh keseharian warga. [aya.gat]

Berita Terkait :  Doa, Layanan Kesehatan, dan Filantropi Jadi Model Lokal PDUF MUI Jatim Menyemai Optimisme di 1 Muharram 1448 H

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!