Kab Malang, Bhirawa – Cuaca ekstrem di perairan laut Malang Selatan, Kabupaten Malang dalam enam bulan terakhir ini memaksa para nelayan gigit jari. Hal ini disebabkan gelombang tinggi yang terus mengganas yang berdampak signifikan pada merosotnya hasil tangkapan ikan nelayan Pantai Malang Selatan.
Penurunan hasil tangkapan ikan nelayan setempat sejak Mei 2026, realisasi tangkapan nelayan belum menyentuh angka separuh dari target yang telah ditetapkan untuk tahun ini.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring, Kamis (11/6), kepada wartawan mengungkapkan, bahwa target tangkapan ikan laut tahun ini sebenarnya dipatok lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Jika pada tahun 2025 targetnya hanya 22 ribu ton, namun untuk tahun ini targetnya melonjak menjadi 29.700 ton. Sedangkan untuk total target keseluruhan mencapai 29.826,57 ton, dan angka itu merupakan akumulasi dari target tangkapan ikan laut dan perairan umum daratan.
“Akibat kendala cuaca terhitung sejak awal tahun, realisasi tangkapan laut hingga Mei 2026 ini baru menyentuh angka 10.831 ton atau kisaran 36 persen dari target,” jelasnya.
Dia juga menyampaikan, dari 24 jenis biota laut yang terdata oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang, mayoritas realisasinya masih di bawah 100 ton, sehingga baru ada 15 jenis biota laut yang hasil tangkapannya yang berhasil menembus di atas 100 ton.
Lima jenis ikan dengan volume tangkapan tertinggi sejauh ini, yakni meliputi ikan layang seberat 2.551 ton, ikan cakalang seberat 1.830 ton, ikan layur seberat 1.051 ton, ikan lemuru seberat 856 ton, dan tuna sirip kuning besar seberat 678 ton. Dan jika berkaca pada capaian tahun 2025, tren komoditas yang mendominasi pasar tidak jauh berbeda. Pada tahun lalu, ikan layang menyumbang 5.292 ton dan ikan layur menyumbang 6.185 ton.
Sementara, lanjut Victor, untuk komoditas unggulan dari keluarga tuna, angkanya terbilang moderat. Pada tahun 2025, tuna sirip kuning besar tercatat menyumbangkan 1.109 ton, tongkol 6.053 ton, dan cakalang seberat 1.667 ton.
Aktivitas sektor perikanan di Kabupaten Malang sejauh ini masih bertumpu pada satu titik utama, yakni Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
“Sebagian besar capaian tangkapan dalam dua tahun terakhir ini disumbang oleh para nelayan yang beroperasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondokdadap, yang terletak di Pantai Sendangbiru, Desa Tambakrejo.
Dia menyebutkan, sebanyak 60 persen tangkapan ikan dari Pantai Sendangbiru. Dan sisanya yang 40 persen tersebar dari pantai-pantai lain di seluruh wilayah Pantai Malang Selatan.
Seperti di beberapa pantai penyokong utama di wilayah Malang Selatan meliputi Pantai Sipelot, di wilayah Kecamatan Tirtoyudo, Pantai Licin, Kecamatan Ampelgading, Pantai Tamban dan Pantau Goa Cina, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta Pantai Balekambang, Kecamatan bantur, Kabupaten Malang.
“Guna menunjang rantai pasok dan operasional nelayan di wilayah tersebut, hasil tangkapan biasanya dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendangbiru atau melalui berbagai dukungan fasilitas di PPP Pondokdadap. Sedangkan sektor tersebut terus dikembangkan oleh Pemkab Malang, termasuk dengan penggunaan alat tangkap yang lebih modern seperti fish finder dan GPS,” pungkas Victor. [cyn.kt]


