31.7 C
Sidoarjo
Sunday, June 21, 2026
spot_img

BWBF 2026 Dongkrak Ekonomi Kreatif, Transaksi Tembus Rp1,4 Miliar

Bojonegoro, Bhirawa – Rangkaian acara Closing Ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 berlangsung meriah pada Sabtu (20/6) sore di Alun-Alun Bojonegoro. Event tahunan yang ketiga kalinya ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus panggung pelestarian budaya lokal.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan BWBF merupakan bentuk kontribusi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas.

Menurutnya, keberhasilan festival ini tidak lepas dari kolaborasi yang terjalin antara pelaku UMKM, perajin batik, dan para pedagang.

“Kita patut berbangga karena BWBF benar-benar melibatkan UMKM dan menghadirkan kolaborasi yang kuat antara perajin serta pelaku usaha,” ujarnya.

Dengan adanya Wastra Batik ini juga menjadi evaluasi bagi Kabupaten Bojonegoro, mengingat peserta stand juga berasal dari daerah yang telah lama berkecimpung dalam batik.

Pihaknya juga mengatakan harus berbangga BWBF menjadi bagian dari rangkaian ketika Bojonegoro masuk UNESCO Global Geopark (UGGp) yang saat ini sedang tahap validasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina menyampaikan, gelaran ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya batik.

Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mendongkrak perekonomian masyarakat melalui penjualan batik dan produk turunan lainnya, dengan maksud untuk meningkatkan daya ungkit ekonomi berbasis ekonomi kreatif (ekraf) serta memperluas jangkauan pasar produk batik di semua tingkatan.

Berita Terkait :  Ketua DPD RI Sultan Dukung Indonesia Tuan Rumah Olimpiade Remaja 2030

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan beberapa diantaranya yaitu, meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, khususnya batik sebagai warisan budaya leluhur.

Menumbuhkan inspirasi untuk menggali potensi seni, budaya, dan kepariwisataan daerah, khususnya dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat; serta menciptakan ajang promosi dan pemasaran batik khas daerah sebagai aset budaya bangsa yang bernilai tinggi.

Acara BWBF 2026 memberikan dampak multiplier effect yang signifikan bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha di Bojonegoro selama 4 hari pelaksanaannya. Yakni sektor hotel & guest house, tercatat ada 10 guest house dan hotel yang terlibat dengan perkiraan kunjungan mencapai 162 tamu yang menginap selama 4 malam.

Sektor ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp175 juta dan menyumbang pajak hotel sebesar Rp17,5 juta.

Sedang di sektor UMKM dan stand pameran, dari total 69 stand yang berpartisipasi, sebanyak 60 stand indoor berhasil meraup omset hingga Rp1,063 miliar.

“Total pendapatan stand dan hotel perkiraan Rp 1,4 miliar selama 4 hari serta hari ini hari terakhir dan masih berlangsung hingga malam nanti,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut pantia juga mengumumkan Stand Terbaik BWBF 2026. Juara 1 diraih oleh Exxon Mobile Cepu Limited, Juara 2 Pemerintah Kabupaten Jember sedangkan Juara 3 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri. [bas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!