28.6 C
Sidoarjo
Monday, October 26, 2026
spot_img

Butuh Pemahaman Literasi, 319 Siswa SMAN 16 Surabaya Jalani TKA


Surabaya, Bhirawa – Sebanyak 319 siswa SMAN 16 Surabaya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang dimulai Senin (26/10). Pada hari pertama, peserta menilai sejumlah soal tidak cukup dikerjakan dengan hafalan, tetapi membutuhkan pemahaman materi dan kemampuan literasi.

Salah satu peserta, Rayya Asyifa, siswi jurusan IPA SMAN 16 Surabaya, mengatakan soal Bahasa Indonesia relatif mudah dipahami karena memiliki kemiripan dengan materi latihan yang diperoleh selama mengikuti bimbingan belajar.

Namun, menurutnya, soal Ekonomi dan Matematika membutuhkan pemahaman materi serta kemampuan literasi yang lebih luas. Peserta dituntut memahami konteks soal sebelum menentukan jawaban. “Kalau saya lancar, cuma ada teman yang saat mengerjakan tiba-tiba keluar dari sistem. Tapi setelah dibantu pengawas bisa login lagi. Untungnya jawaban dia sebelumnya tidak hilang,” ujar Rayya.

Gangguan teknis tersebut sempat membuat seorang peserta keluar dari sistem ujian. Setelah berkonsultasi dengan guru dan mendapat bantuan pengawas, peserta tersebut dapat kembali masuk dan melanjutkan pengerjaan tanpa kehilangan jawaban sebelumnya.

Dari sisi suasana ujian, Rayya mengaku pelaksanaan TKA justru lebih nyaman dibandingkan saat gladi bersih. Kekhawatiran terhadap pengawas yang berkeliling selama ujian juga tidak terjadi seperti yang dibayangkan saat simulasi. “Suasananya lebih kondusif, jadi bisa lebih fokus mengerjakan soal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia TKA-AN sekaligus Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 16 Surabaya, Rufi’ah, mengatakan sekolah telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan TKA.

Berita Terkait :  Jatim Usulkan 17 Ribu Guru Honorer Masuk PPPK Paruh Waktu

Sebanyak 319 peserta dibagi ke dalam empat ruang ujian. Setiap ruang diisi sekitar 16 hingga 18 siswa dengan dukungan perangkat komputer yang telah disiapkan sekolah. Persiapan akademik juga dilakukan jauh sebelum pelaksanaan TKA. Rufi’ah menyebut pemantapan materi telah diberikan sejak siswa duduk di kelas XI semester kedua.

“Sejak kelas XI semester kedua, kami sudah memberikan pemantapan kepada siswa. Persiapan dilanjutkan pada semester berikutnya melalui kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar dan guru-guru kami,” ujarnya.

Selain pemantapan akademik, sekolah memberikan penguatan spiritual kepada siswa. Guru mata pelajaran yang diujikan dalam TKA juga melakukan penguatan dan ulasan materi selama proses pembelajaran.

TKA jenjang SMA, SMK, SLB, dan sederajat 2026 berlangsung bertahap mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Asesmen ini digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi pendidikan lanjutan sesuai ketentuan.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur yang merujuk dasbor TKA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 16 Oktober 2026, sebanyak 438.126 siswa atau 94,54 persen dari total 463.397 calon peserta telah terdaftar.

Dari 4.863 satuan pendidikan yang tercatat, sebanyak 4.546 satuan pendidikan telah melakukan pendaftaran final. Pelaksanaan TKA menggunakan dua moda, yakni 3.518 satuan pendidikan dengan moda daring penuh dan 1.028 satuan pendidikan dengan moda semi daring. [ina.wwn]

Berita Terkait :  DPRD Jatim Tegaskan Hak Pendidikan, Penahanan Ijazah SMA/SMK Harus Dihentikan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!