Kab Pasuruan, Bhirawa
Akselerasi reformasi birokrasi dan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memasuki babak baru. Menjawab tantangan pelayanan publik yang kerap dinilai lamban dan sektoral, pusat komando elektronik berbasis data terpadu resmi dioperasikan.
Langkah taktis ini ditandai dengan peresmian serta tasyakuran operasional Command Center Terintegrasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo.
Bertempat di kompleks perkantoran Pemkab Pasuruan, peresmian ruang pusat kendali mutakhir ini berlangsung khidmat namun sarat optimisme.
Agenda strategis tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran asisten, staf ahli, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta seluruh tim operator yang ditugasi menjadi ‘otak’ penggerak digitalisasi pelayanan di Kabupaten Pasuruan.
Keberadaan Command Center ini diproyeksikan menjadi jawaban atas sengkarut koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri (ego sektoral). Fasilitas ini dirancang khusus sebagai ruangan pusat kendali super-cepat.
Di tempat inilah, jutaan arus data sektoral dipantau, operasional di lapangan dikoordinasikan, hingga keputusan-keputusan krusial dan mendesak diambil secara cepat saat wilayah diterpa krisis atau bencana.
Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menegaskan kehadiran infrastruktur digital ini bukan sekadar mengikuti tren formalitas melainkan sebuah lompatan besar yang bersifat fundamental.
Menurutnya, ini adalah fondasi awal untuk melahirkan sistem layanan pemerintahan yang jauh lebih responsif, transparan, dan terintegrasi penuh.
“Harapan kami besar. Semua layanan yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat harus terhubung dalam satu ekosistem digital. Dengan begitu, garis koordinasi vertikal maupun horizontal menjadi sangat mudah, dan respons penanganan keluhan di lapangan bisa berjalan secepat kilat,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Rusdi, Minggu (14/6).
Sebagai langkah konkret tahap awal, layar-layar monitor raksasa di dalam ruangan Command Center tersebut telah terkoneksi secara langsung (real-time) dengan sistem pemantauan arus lalu lintas (ATCS) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan.
Melalui sistem ini, titik-titik kemacetan, potensi kecelakaan, hingga simpul vital pergerakan logistik di wilayah Pasuruan dapat dipantau setiap detik.
Namun, Mas Rusdi memastikan lompatan digital tidak berhenti di sektor transportasi saja. Secara bertahap, layanan kedaruratan terpadu Emergency Call 112 serta berbagai aplikasi pelayanan publik mandiri yang tersebar di masing-masing OPD akan dilebur dalam satu platform satu pintu (single window system).
Melalui integrasi total ini, alur birokrasi pengaduan masyarakat dipangkas habis. Setiap laporan warga yang masuk, baik mengenai jalan rusak, jembatan jebol, layanan kesehatan, hingga bencana hidrometeorologi akan langsung diverifikasi sistem dan diteruskan secara otomatis ke gawai kepala OPD terkait saat itu juga.
Efektivitas eksekusi di lapangan pun dijamin bakal meningkat tajam. Pihaknya ini menyadari betul bahwa memigrasikan kultur birokrasi konvensional ke ranah digital tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Mas Rusdi secara terbuka menyatakan tidak anti terhadap proses adaptasi yang melibatkan kegagalan teknis di masa-masa awal transisi operasional.
“Trial and error itu hal yang biasa dalam sebuah inovasi. Yang terpenting adalah kita berani memulai secara nyata. Kalau kita terlalu takut salah dan tidak pernah melangkah, maka sampai kapan pun tidak akan pernah ada kemajuan di daerah ini,” jelas Mas Rusdi Sutejo.
Oleh sebab itu, Pemkab Pasuruan memilih strategi agresif. Yaitu, mengoperasikan fasilitas ini terlebih dahulu secara penuh sembari terus melakukan evaluasi, penambalan celah sistem (bug fixing), serta pengembangan fitur-fitur mutakhir secara simultan di sepanjang jalan.
Selain meninjau kesiapan detail infrastruktur keras (hardware) dan kecerdasan perangkat lunak (software), Mas Rusdi menyempatkan diri berdialog langsung dan memberikan wejangan khusus kepada para operator yang bertugas di garda terdepan pusat kendali tersebut.
Pejabat nomer satu di Kabupten Pasuruan ini mengingatkan kecanggihan alat bernilai miliaran rupiah tidak akan berdampak apa pun tanpa integritas dan rasa tanggung jawab penuh dari para personelnya.
Mas Rusdi juga menaruh ekspektasi tinggi agar Command Center ini tidak sekadar menjadi ruangan pajangan estetik dengan deretan monitor canggih.
“Saya berharap, tempat ini benar-benar menjadi motor penggerak utama dalam percepatan pelayanan publik. Ini adalah episentrum koordinasi kita demi memberikan pelayanan terbaik yang berhak didapatkan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan,” imbuh Mas Rusdi. [hil.gat]


