35.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 22, 2026
spot_img

BPBD Kabupaten Malang Terus Salurkan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

Kabupaten Malang, Bhirawa — Kekeringan yang terjadi selama musim kemarau berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki.

Sebanyak 19.013 jiwa atau 5.967 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Selama periode Agustus hingga Oktober 2026, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan 4.999.800 liter air bersih ke 15 desa di tujuh kecamatan. Berdasarkan laporan Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026, distribusi dalam lima hari terakhir mencapai 109.900 liter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kekeringan berlangsung.

“Kami terus menyalurkan air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Distribusi telah menjangkau sejumlah desa di berbagai kecamatan,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Rincian penyaluran dalam periode tersebut meliputi Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sebanyak 15.000 liter; Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, 20.000 liter; dan Desa Sidodadi, 10.000 liter. Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, menerima 28.000 liter. Bantuan juga disalurkan ke Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, sebanyak 14.000 liter; Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, 15.000 liter; serta Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, 7.900 liter. Secara kumulatif, distribusi air ke Desa Karangkates mencapai 1.161.100 liter.

Berita Terkait :  Sidak DPRD Gresik, Pemasangan Besi Belum Rapi, Proyek Puskesmas Kepatihan Rp5,9 Miliar Disorot

Selain menyalurkan air bersih, BPBD memantau kondisi kebencanaan di 33 kecamatan melalui radio komunikasi, internet, pesan singkat, WhatsApp, dan pusat panggilan. Posko tanggap darurat beroperasi selama 24 jam dalam dua shift untuk memantau kekeringan sekaligus mengantisipasi potensi karhutla.

“Hingga saat ini, BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pemadaman karhutla di Gunung Arjuno yang masuk wilayah Kabupaten Malang,” kata Sadono. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!