Surabaya, Bhirawa – Menghadirkan kopi berkualitas, % Arabica, brand specialty coffee independen dari Kyoto, melanjutkan ekspansinya dengan membuka gerai pop-up di Pakuwon Mall Surabaya.
Hadir dengan desain khas dan keramahan Jepang bagi masyarakat Surabaya.
Langkah ekspansi brand ke Surabaya, membawa filosofi See the World Thr Coffee lebih dekat kepada masyarakat kota Surabaya.
% Arabica hadir untuk menemani ritme keseharian masyarakat, mulai dari secangkir kopi sebelum beraktivitas, jeda di tengah kesibukan, hingga waktu berkumpul bersama teman dan keluarga.
Perusahaan akan mengevaluasi potensi pasar selama enam bulan sebelum memutuskan membuka gerai permanen di Kota Pahlawan.
Surabaya menjadi kota keempat di Indonesia yang dimasuki % Arabica setelah Jakarta, Bali, dan Semarang. Ekspansi ini sekaligus menjadi langkah perusahaan untuk memperluas jangkauan konsumen di tengah berkembangnya pasar kopi di Indonesia.
Chief Strategy Officer ATERIA Group, Astrid Kusumadewi, mengungkapkan pemilihan Surabaya didasari potensi pasar dan ketertarikan masyarakat terhadap merek tersebut. Sebelum gerai dibuka, sejumlah warga Surabaya bahkan telah menanyakan rencana kehadiran % Arabica melalui media sosial.
“Beberapa masyarakat Surabaya juga berkomentar di Instagram dan menanyakan kapan kami buka di Surabaya. Akhirnya, kami memutuskan untuk membuka % Arabica di sini,” terangnya, Senin (26/10).
Untuk tahap awal, perusahaan memilih Pakuwon Mall sebagai lokasi pengujian pasar. Pusat perbelanjaan tersebut dinilai memiliki tingkat kunjungan tinggi dan menjadi salah satu destinasi belanja serta gaya hidup di Surabaya.
Astrid menjelaskan, operasional gerai pop-up selama enam bulan akan menjadi dasar untuk menilai respons konsumen, tren pasar, dan peluang penjualan sebelum menentukan langkah ekspansi selanjutnya.
Sementara, respons konsumen pada awal pembukaan gerai menunjukkan antusiasme terhadap kehadiran merek kopi tersebut. Pada akhir pekan pertama operasional, pengunjung bahkan rela mengantre untuk membeli minuman % Arabica.
Menurut Astrid lonjakan pengunjung sempat membuat operasional gerai kewalahan. Meski demikian, perusahaan tetap berupaya menjaga kualitas produk dan pelayanan sesuai standar merek yang mengedepankan ketelitian serta estetika khas Jepang.
“Kami senang melihat antusiasme masyarakat Surabaya. Bahkan, pengunjung sampai mengantre cukup panjang dan kami sempat kewalahan menghadapi antrean pelanggan,” jelasnya.
Kehadiran % Arabica di Surabaya merupakan bagian dari ekspansi jaringan internasional merek tersebut. Didirikan oleh pengusaha Jepang Kenetsuji, yang dikenal sebagai Mr. Ken, % Arabica membuka gerai pertamanya di kawasan Higashiyama, Kyoto, pada 2013.
Merek ini kemudian berkembang ke berbagai negara dengan lebih dari 230 gerai di sejumlah kawasan, termasuk China daratan, Singapura, Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Eropa.
Di Indonesia, ekspansi dimulai pada 2021 melalui gerai pertama di Central Park, Jakarta Barat. Perusahaan kemudian memperluas jaringan ke Bali dan Semarang sebelum menjajaki Surabaya.
Dari sisi produk, % Arabica mempertahankan menu berbasis kopi klasik dengan pilihan biji kopi single origin dan sejumlah minuman khas. Salah satu produk andalannya adalah Kyoto Latte, yang menggabungkan karakter kopi intens dengan tekstur creamy dan sentuhan rasa manis.
Trainer % Arabica Indonesia, Fransisco Agung Christian Nillu, menjelaskan Kyoto Latte diracik menggunakan resep dasar buatan sendiri atau homemade serta biji kopi impor untuk mempertahankan karakter rasa yang diinginkan.
“Karakter Kyoto Latte itu kopinya masih terasa intens, tidak terlalu pahit, tetapi tetap memiliki tekstur creamy dan sedikit rasa manis pada akhir tegukan,” ujarnya.
Selain Kyoto Latte, pelanggan dapat memilih Summer Americano yang memadukan espresso dengan sentuhan citrus. Pilihan lainnya mencakup kopi panas dan dingin, kopi tanpa kafein, minuman dengan alternatif susu, minuman non-kopi, serta soft cream rasa kopi.
Pengembangan menu juga mempertimbangkan preferensi konsumen di pasar Indonesia. Jika konsumen Jepang cenderung memilih kopi klasik dengan rasa yang tidak terlalu manis, Kyoto Latte dirancang agar dapat menjangkau selera konsumen yang lebih luas.
Gerai pop-up % Arabica di Pakuwon Mall mengusung konsep kios yang ringkas dan fungsional. Desainnya memadukan material bernuansa hangat, elemen putih, serta pendekatan minimalis yang menjadi identitas visual merek.
Salah satu elemen yang menonjol adalah jendela berbentuk lingkaran. Desain modular gerai tersebut dikembangkan bersama studio desain asal Austria, Precht.
Konsep ini memungkinkan pengunjung melihat proses persiapan kopi secara langsung, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menggabungkan kualitas produk dan estetika ruang. [riq]




