31 C
Sidoarjo
Friday, September 4, 2026
spot_img

BI Kediri Gelar SYIAR 2026, Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Mataraman

Kediri, Bhirawa – Penguatan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Mataraman terus didorong melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan. Salah satunya melalui Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang digelar di kompleks Balai Kota Kediri, 4-6 September 2026.

Kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Kediri bersama Pemerintah Kota Kediri tersebut mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Wilayah Mataraman melalui Sinergi dan Transformasi Digital.

Kepala Perwakilan BI Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, besarnya jumlah penduduk muslim Indonesia menjadi potensi besar untuk mengembangkan industri halal. Potensi tersebut dinilai dapat mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat industri halal dunia.

“Indonesia memiliki penduduk muslim terbesar. Itu jadi potensi yang sangat luar biasa untuk menjadikan kita sebagai pusat industri halal dunia. Dan itu jadi cita-cita pemimpin kita. BI mendukung pencapaian cita-cita tersebut,” kata Yayat saat membuka SYIAR 2026, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah perlu dibarengi penguatan ekosistem dan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan syariah, serta perluasan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satu program konkret yang didorong BI Kediri bersama Pemkot Kediri pada 2026 adalah pembentukan Kampung Halal. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih luas di wilayah Jawa Timur dan Mataraman.

“Kami melakukan komitmen bersama mewujudkan Kampung Halal di Kota Kediri. Harapan kami ini dapat diadopsi di berbagai wilayah lain di Jawa Timur dan Mataraman,” terangnya.

Berita Terkait :  Pemprov Optimistis BPR Jatim Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, perkembangan ekosistem halal di Kota Kediri terus menunjukkan tren positif. Pelaku usaha mulai melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas produk.

“Antusiasme usaha Kediri, ekosistem halal bagus dan terus bergerak. Ada banyak pelaku usaha berbenah meningkatkan kualitas produk. Ini sejalan dengan tema SYIAR 2026,” ungkap Vinanda.

Menurut Vinanda, pemahaman mengenai produk halal juga tidak boleh berhenti pada sertifikasi maupun pencantuman label. Halal harus menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen.

“Mari kita bangun kesadaran bahwa halal bukan hanya soal label, tapi bagian dari kualitas dan kepercayaan. Ekosistem halal harus tumbuh berkelanjutan,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, SYIAR 2026 menghadirkan lebih dari 50 produk UMKM unggulan dari 13 kabupaten/kota di wilayah Mataraman. Produk yang dipamerkan meliputi makanan dan modest fashion, serta lebih dari 40 produk kuliner dan kopi bersertifikat halal.

Selain pameran, kegiatan juga diisi kompetisi dakwah, cerdas cermat pelajar SMA, kompetisi memasak, talkshow, demo masak hingga pengajian bersama Habib Ja’far Al Hadar. SYIAR 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa di Surabaya pada 25-27 September 2026. [van.nov.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!