27 C
Sidoarjo
Wednesday, August 26, 2026
spot_img

Bupati Madiun Ajak ASN Teladani Akhlak Mulia Baginda Rosul

Pemkab Madiun, Bhirawa. – Bupati Madiun berharap agar semua ASN di lingkup Pemkab. Madiun bisa meneladani akhlak mulia maupun amalan yang dilakukan oleh Baginda Nabi Muhammad, SAW, termasuk setiap membuat keputusan dan kebijakan hendaknya selalu ingat akhlak Nabi Muhammad SAW.

“Jika ASN bisa meneladani akhlak Baginda rasul (Nabi Muhammad SAW), maka Kabupaten Madiun bisa menjadi Bersahaja (Bersih, Sehat dan Sejahtera), Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur,” ungkap Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, SH MAk pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban, Rabu (26/8/2026).

Dijelaskan oleh Bupati H. Hari Wuryanto bahwa pentingnya menjadikan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW sebagai landasan utama (uswatun hasanah) dalam menjalankan roda pemerintahan. Baik saat melangkah maupun membuat keputusan, hendaknya selalu mengingat keteladanan beliau.

“Untuk itu, hal ini diharapkan, membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua. Mugi-mugi kegiatan ini betul-betul membuat kita semua bisa meneladani Kanjeng Nabi ,” ujar Bupati

Momentum keagamaan ini dimanfaatkan untuk memperkuat spiritualitas serta integritas seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Madiun.

Bupati menambahkan, kepemimpinan dan pelayanan publik yang melandaskan diri pada sifat Rasulullah akan menghindarkan daerah dari berbagai musibah serta menciptakan Kabupaten Madiun yang aman dan sejahtera (baldatun thoyyibatun warobbun ghofur).

Selain penanaman akhlak mulia, Bupati juga mengingatkan 7.700 jajaran ASN di Kabupaten Madiun agar senantiasa bekerja dengan penuh keikhlasan dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat tanpa mengeluh. Keikhlasan tersebut diyakini menjadi kunci keberkahan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh warga.

Berita Terkait :  BPPKAD Sampang Sebut Kesadaran Bayar Pajak Masih Rendah

Sementara itu, KH. Luqman Syafi’i dalam tauziahnya, mengingatkan kepada semua hadirin untuk selalu ingat kematian. Namun demikian, ada banyak tokoh sudah meninggal tapi hakikatnya masih hidup. KH. Luqman mencontohkan, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno dan K.H., Abdurrahman Wahid (Gus Dur), para sunan dan masih banyak lagi, meski mereka sudah meninggal namun tiap hari mereka ‘didatangi tamu’, bahkan bisa menghidupi orang lain.

“Ini yang dikatakan hidup hakiki. Bagaimana bisa seperti itu, kita harus memiliki tinggalan yang baik di dunia, karena sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” ujar K.H. Luqman.

Selain itu, orang hidup di dunia harus memiliki amal yang baik untuk bekal di akhirat karena dunia akan ditinggalkan. “Ibadah itu untuk urusan di akhirat. Jadi mari jangan lupakan yang kekal,” ajaknya.

Acara tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, , Sekda Kab. Madiun, Kepala Kemenag, para tokoh agama Islam, pengurus NU, FKUB, pimpinan OPD, BUMD, direktur RSUD para camat dan pejabat eselon III. [dar.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!