31 C
Sidoarjo
Sunday, August 23, 2026
spot_img

​Batik Ciprat, Hasil Karya Disabilitas Situbondo Didorong Menuju Pasar Global

​​Situbondo, Bhirawa – Langkah nyata menuju Situbondo sebagai Kabupaten Inklusif terus ditunjukkan oleh pemerintah daerah setempat. Melalui sinergi antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Situbondo dan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Situbondo, sebuah program pelatihan membatik yang menyasar kaum difabel sukses diselenggarakan.

​Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Situbondo, Suriyatno, menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini.

Menurutnya, program pelatihan yang digagas oleh BLK Situbondo tersebut menjadi terobosan baru dan momen yang sangat istimewa bagi pembangunan inklusif di wilayah Kabupaten Situbondo.

​”Pelatihan ini menurut saya sangat bagus, Mas. Selama ini kita mungkin lebih banyak menggarap potensi masyarakat dalam kondisi umum (normal). Namun kali ini, peserta yang dilibatkan hampir seluruhnya berasal dari kaum difabel. Ini hal yang jarang terjadi dan mungkin baru pertama kali dilaksanakan secara masif di Situbondo,” ujar Kepala Disnaker Situbondo, Suriyatno, saat ditemui di lokasi kegiatan.

​Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan keterampilan bagi kaum difabel ini sangat sejalan dengan visi dan komitmen Pemerintah Kabupaten Situbondo sebagai Kabupaten Inklusif. Ditambah lagi, kualitas serta estetika dari produk kain batik yang dihasilkan oleh para peserta difabel dinilai sangat berkualitas dan tidak kalah dengan pengerajin batik profesional.

​”Dengan hasil yang sudah diproduksi cukup bagus ini, tentu perlu kita sebarluaskan ke masyarakat luas. Harapannya agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dan ikut serta mendukung karya-karya dari teman-teman penyandang disabilitas ini,” tambahnya.

Berita Terkait :  Pastikan Pembangunan Kota Batu Berkelanjutkan, Aries AP Berikan MBATU ke KPU

​Terkait strategi keberlanjutan dan peran Disnaker ke depan, pihak dinas menegaskan siap memperkuat kolaborasi bersama UPT BLK Situbondo. Sebagai mitra kerja strategis, Disnaker akan membagi fokus program pelatihan dalam satu tahun anggaran agar tidak terjadi tumpang tindih (overlapping).

​”Di sini BLK mengadakan pelatihan membatik, maka Disnaker akan menggarap sektor lainnya. Misalnya pelatihan mengemudi, pelatihan content creator, bean roasting kopi, serta berbagai keterampilan lain. Kita berkolaborasi, apa yang belum digarap di sini, akan kita garap di sana,” terangnya.

Angkat  motif khas ‘Tabing Tongkok’ Mangaran

Sektor kerajinan batik di Situbondo menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan. Kepala Disnaker berharap ke depan terbentuk kantong-kantong atau titik-titik (spot) pengerajin batik yang memiliki ciri khas motif yang kuat di setiap kecamatan atau daerah.

​Khusus pada pelatihan kali ini, para peserta dibekali pembuatan batik dengan tema dan motif unggulan ‘Tabing Tongkok’, yang merupakan motif ikonik dan ciri khas dari kearifan lokal masyarakat daerah Mangaran, Situbondo. Beberapa karya bahkan memadukan kombinasi antara motif Tabing Tongkok dengan motif ‘Maronggi’.

​Selain mempelajari ragam motif lokal, peserta difabel juga dilatih membuat batik ciprat yang kaya akan variasi warna dan tekstur visual yang modern. Menariknya, kain batik hasil kreasi peserta difabel ini sebagian langsung dijahit menjadi pakaian busana yang siap diperagakan dalam acara penutupan pelatihan.

Berita Terkait :  Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah dan Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM

​”Harapan kita bersama, Batik Situbondo harus bisa terkenal di mata dunia. Harus ada titik-titik pengerajin yang jelas dengan ciri khasnya masing-masing. Jika orang mencari Batik Tabing Tongkok, mereka sudah tahu ke mana harus menuju, yaitu ke pengerajin di Situbondo ini,” pungkasnya.  [awi.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!