31 C
Sidoarjo
Sunday, August 23, 2026
spot_img

Waspada Upal Dengan Gelar Senam Kreasi Haha Hihi Perempuan Malang dan Batu

Kota Malang,Bhirawa – Gelar ‘Panggung Senam Kreasi Haha Hihi’ (PaSeKH2) menjadi wadah meningkatkan kekompakan sekaligus kreativitas para perempuan di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) Ken Arok Kota Malang, Minggu (23/8/2026), merupakan hasil kolaborasi apik Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Antusiasme warga Malang Raya yang tinggi dalam mengikuti Panggung Senam Kreasi ini terlihat saat GOR Ken Arok dipenuhi para perempuan dengan berbagai kostum unik. Karena selain menilai tentang inovasi gerakan senam, panitia juga menilai tentang kreativitas kostum para peserta. Apalagi tema kostum berkaitan dengan NTT (Nusa Tenggara Timur), membuat gelar lomba ini semakin menyentuh.

“Kita terpaksa membatasi jumlah peserta hingga 60 tim saja dimana setiap tim dibatasi 10 orang. Karena kalau lebih dari itu akan membutuhkan waktu dua bahkan tiga hari untuk menyelenggarakannya,” ujar Muhammad Hasanudin Wahid, Ketua DPP PKB yang datang langsung membuka acara, Minggu (23/8/2026)

Bahkan, pria yang akrab disapa CakbUdin ini membagikan doorprize kepada peserta paling seru.Kegiatan ini, katanya, muncul dari inisiatif Hasanudin Wahid dan Hikmah Bafaqih. Karenanya, nama kegiatan ada tambahan Haha (Hasanudin) dan Hihi (Hikmah).

“Kita juga berusaha untuk mewadahi kegiatan ibu- ibu yang sudah rutin berjalan di kampung- kampung, agar mereka semakin terkordinasi dan semakin semangat,” jelas Hikmah. Iapun menyiapkan hadiah untuk juara 1 sampai juara 5. Selain itu juga disiapkan hadiah bagi tiga juara bagi peserta dengan kostum paling baik.

Berita Terkait :  BKKBN Konsolidasikan AKU 2026, Perkuat Kemandirian Ekonomi Keluarga

Edukasi Waspada Upal

Tingginya animo masyarakat dalam mengikuti Panggung Senam Terbuka menginisiasi untuk menjadikan kegiatan ini sebagai wahana edukasi waspada dan pencegahan peredaran uang palsu (upal). Karena itu perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang turut hadir dalam kegiatan ini.

Adalah Yoki Ari yang menjadi perwakilan BI yang mengedukasi peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran upal. Edukasi yang diselingi pembagian doorprize di sela penyampaian materi membuat peserta terus antusias untuk terus mengikuti apa disampaikan Yoki.

Materi yang seru dimana banyak doorprize yang dibagikan saat Yoki menyampaikan tata cara mengenali upal dan merawat uang asli. “Siapa yang tahu salah satu ciri uang palsu?,” tanya Yoki kepada peserta yang hadir.

Para pesertapun seolah berebut angkat tangan untuk menjawab demi doorprize. Akhirnya, terkumpul jawaban benar dari tiga cara mengenali upal. Yaitu, Dilihat, Diraba, Diterawan atau 3D yang kemudian diberikan penjelasan oleh Yoki.

Demkian juga dengan materi tata cara merawat uang yang terangkum dalam 5J. Peserta juga nampak  antusias untuk menjawab walaupun banyak di antaranya salah.

“Untuk 5J yang benar itu meliputi, Jangan Disetepless, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi, dan Jangan Dilipat,” tandas Yoki. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!