26 C
Sidoarjo
Saturday, August 22, 2026
spot_img

Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum dan Sanitasi 2.623 Pengungsi di Reok

Penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 masyarakat terdampak gempa bumi yang saat ini mengungsi di dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/08/2026).

Jakarta, Bhirawa. – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 masyarakat terdampak gempa bumi yang saat ini mengungsi di dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian Kementerian PU dalam penanganan pascabencana, khususnya bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

“Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Sarana yang ada kami optimalkan dan peralatan tambahan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Menteri PU, Sabtu (22/08/2026).

Dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok terdiri atas Posko Golo Conggo dengan 1.111 jiwa pengungsi dan Posko Barangkolong dengan 1.512 jiwa. Dengan jumlah tersebut, pelayanan air minum dan sanitasi perlu terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian.

Sejak pasca gempa 15 Agustus 2025, pelayanan air minum di kedua posko didukung melalui unit pengolahan air (HU) dari Pertamina dan Brimob. Sebanyak lima unit HU berkapasitas masing-masing 1.000 liter telah tersedia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air minum pengungsi.

Berita Terkait :  Tragedi KRL Vs Argo Bromo di Bekasi, Komisi X DPR RI Dorong Perlindungan dan Insentif Khusus Keluarga Korban

Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga unit mobil tangki air (MTA) milik PDAM Komodo dengan sumber air dari SPAM IKK Reok yang merupakan sistem eksisting. Kementerian PU terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan distribusi air dapat berlangsung sesuai kebutuhan di kedua posko.

Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Kementerian PU saat ini memobilisasi tambahan sarana dari Lombok menuju Reok. Peralatan yang disiapkan terdiri atas 4 unit MTA, 1 unit mobil vakum dan 1 dump truck.

Selain itu, Kementerian PU menyiapkan 5 set HU, 2 unit portable MCK dan 1 unit Biority untuk memperkuat pelayanan air minum dan sanitasi di lokasi pengungsian.

Saat ini dalam proses pengiriman dari Lombok, NTB dan diperkirakan tiba di Reok pada Minggu malam (23/8/2026). Setelah tiba, peralatan akan segera dimobilisasi dan ditempatkan sesuai kebutuhan di 2 posko pengungsian dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

Untuk fasilitas sanitasi, masyarakat saat ini menggunakan MCK darurat dan MCK milik warga sekitar. Penambahan portable MCK dan mobil vakum Kementerian PU diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sanitasi sekaligus mendukung pengelolaan limbah di kawasan pengungsian.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari respons Kementerian PU dalam penanganan dampak gempa bumi di NTT. Selain mengoptimalkan sarana yang telah tersedia di lapangan, Kementerian PU melakukan mobilisasi peralatan dari wilayah terdekat agar kebutuhan pelayanan dasar masyarakat dapat segera diperkuat.

Berita Terkait :  Bupati Ikuti RDPU Bersama Komisi XI DPR RI dan Kementerian Keuangan RI

Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PDAM, BNPB, TNI-Polri dan unsur terkait lainnya untuk memastikan pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak dapat berjalan selama masa tanggap darurat. [ira.hel].

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!