35.1 C
Sidoarjo
Sunday, November 8, 2026
spot_img

Tingkatkan Perekonomian Desa, Pemkab Malang Siap Implementasikan Desa Cerdas Fiskal

Kab Malang, Bhirawa — Pemerintah Kabupaten Malang terus mendorong pengelolaan keuangan desa yang cerdas, transparan, dan produktif sebagai salah satu kunci membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui implementasi program Desa Cerdas Fiskal, diharapkan lahir ekosistem perekonomian desa yang kuat, sehingga setiap potensi lokal dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan warga.

Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Minggu (8/11/2026). Ia menegaskan transformasi pola pengelolaan keuangan desa sangat penting dilakukan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) hendaknya tidak hanya digunakan untuk membiayai pemerintahan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan sektor ekonomi produktif, memperkuat kelembagaan usaha, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malang yang telah mengimplementasikan Desa Cerdas Fiskal. Potensi ini diharapkan semakin memperkuat pencitraan produk unggulan desa sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Lathifah menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki 378 desa dan 12 kelurahan yang tersebar di 33 kecamatan, dengan kekayaan potensi yang beragam — mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, industri kreatif, hingga jasa. Setiap potensi ini perlu dikembangkan secara inovatif sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Untuk mewujudkannya, kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi kunci utama percepatan pembangunan ekonomi desa.

Berita Terkait :  Fokus Ketahanan Pangan, 3.000 Mahasiswa KKN Berdampak Dilepas Rektor UMM

Saat ini, sebanyak 18 desa telah terlibat dalam program Desa Cerdas Fiskal. Selanjutnya, 10 desa terbaik akan dipresentasikan pada pekan depan, sebelum penetapan pemenang yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 November 2026. Para Kepala Desa diharapkan menyiapkan inovasi dan strategi pengelolaan keuangan secara optimal. Penguatan juga diarahkan pada BUMDes, koperasi, dan UMKM guna memperluas akses pasar produk unggulan desa.

“Peluang pemasaran hasil pertanian ke luar daerah, termasuk penyaluran komoditas cabai hingga ke Kalimantan, menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi desa dapat tumbuh jauh lebih besar melalui jejaring kemitraan dan inovasi distribusi,” paparnya.

Lathifah juga menegaskan posisi strategis Kabupaten Malang dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,92 persen. Kabupaten ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama Jawa Timur, sekaligus memiliki keunggulan pada komoditas hortikultura, kopi, serta peternakan sapi perah penghasil susu segar.

Selain aspek ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. “Pemerintah daerah bersama perguruan tinggi di Malang Raya diharapkan dapat membuka peluang beasiswa bagi anak-anak desa berprestasi. Langkah ini penting agar Desa Cerdas Fiskal tidak hanya menjadi program sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama memperkuat kemandirian ekonomi seluruh desa di Kabupaten Malang,” pungkasnya.  [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!