Polres Pasuruan, Bhirawa. – Deretan kendaraan operasional kepolisian tampak terparkir di halaman kompleks kampus Universitas Yudharta Pasuruan, Selasa (3/11). Kehadiran petugas Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan bukan untuk pengamanan unjuk rasa ataupun agenda patroli rutin, melainkan membawa misi positif. Yakni, mendekatkan ruang pelayanan publik langsung ke jantung institusi pendidikan tinggi.
Melalui program jemput bola yang diintegrasikan dengan momentum Operasi Patuh Semeru 2026, Korps Bhayangkara hadir menjawab problem klasik warga kampus. Di mulai dari mahasiswa hingga pegawai yang kerap terkendala waktu untuk mengurus dokumen legalitas berkendara ke Markas Polres Pasuruan di Bangil.
Inisiatif itu dirancang secara komprehensif. Tidak sekadar melayani proses administrasi perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM), Polres Pasuruan juga memboyong perangkat pengujian lengkap. Pemohon dapat mengakses materi ujian teori secara digital melalui aplikasi di gawai masing-masing, sementara area kampus disulap sementara untuk memfasilitasi ujian praktik berkendara.
Pendekatan proaktif tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari para penghuni kampus. Bagi kalangan mahasiswa, kehadiran fasilitas pengurusan SIM di lingkungan sendiri memberikan efisiensi waktu yang sangat berharga di tengah padatnya jadwal perkuliahan. Ahmad Fauzi (21), salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Yudharta yang turut memanfaatkan layanan tersebut, mengaku terbantu dengan adanya program jemput bola ini.
Ia yang sebelumnya kerap menunda pengurusan perpanjangan SIM karena terbentur jadwal kuliah, kini bisa merampungkan urusan administrasinya tanpa harus membolos. “Biasanya kalau mau ke Polres itu harus izin kuliah atau meluangkan waktu khusus di tengah jadwal tugas yang padat. Dengan adanya layanan di kampus ini, prosesnya jadi jauh lebih cepat, praktis, dan tidak mengganggu jam kuliah kami,” kata Fauzi di sela-sela mengurus perpanjangan SIM miliknya.
Senada dengan Fauzi, Rina Melati (20), mahasiswi semester lima, menilai pemanfaatan teknologi ujian teori berbasis aplikasi ponsel membuat alur pelayanan terasa lebih transparan dan modern. Menurutnya, inovasi semacam ini memangkas kesan kaku yang kerap melekat pada birokrasi kepolisian. Tercatat sebanyak 50 pemohon dari sivitas akademika Universitas Yudharta memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk merampungkan pembuatan SIM baru maupun memperpanjang masa berlaku surat izin mereka.
Kapolres Pasuruan, AKBP Irawan Setyono, menyampaikan program jemput bola itu merupakan manifestasi dari komitmen institusi kepolisian dalam merespons dinamika kesibukan masyarakat modern. Menurutnya, birokrasi pelayanan publik dewasa ini dituntut untuk lebih fleksibel dan adaptif terhadap ruang gerak warga.
“Kami datang sebagai langkah layanan kepada masyarakat agar memudahkan, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan dan tidak sempat hadir ke Polres. Mudah-mudahan program ini bisa bermanfaat dan membantu,” ujar Irawan.
Pihaknya menegaskan optimalisasi pelayanan publik ke depan tidak boleh lagi terpaku pada pola-pola konvensional yang kaku. Perpaduan antara pemanfaatan teknologi informasi dan kehadiran fisik petugas di tengah-tengah masyarakat menjadi kunci utama untuk meruntuhkan hambatan birokrasi.
“Kami berkomitmen terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dengan sentuhan teknologi dan juga jemput bola, agar apa yang menjadi hajat hidup bagi masyarakat bisa dipenuhi dengan cara mudah dan nyaman,” jelas Irawan.[hil.ca]


