28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Cegah Stunting Sejak dalam Kandungan, 90 Ibu Hamil Kota Mojokerto Ikuti Edukasi dan USG

Pemkot Mojokerto, Bhirawa. – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya pencegahan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), sekaligus menekan prevalensi stunting melalui edukasi kesehatan bagi ibu hamil. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan setiap ibu menjalani kehamilan dengan sehat dan bayi mendapatkan nutrisi optimal sejak dalam kandungan.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat bertema “Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat” di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Selasa (3/11).

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menegaskan bahwa keselamatan ibu dan bayi menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kinerja pemerintah. Karena itu, edukasi kesehatan kepada masyarakat harus terus diperkuat sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kematian saat persalinan maupun setelah melahirkan.

Menurutnya, pengetahuan mengenai kesehatan kehamilan sangat penting agar para ibu mampu menjaga kondisi tubuh serta mengenali berbagai risiko yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi. “Nah karena kita dinilai oleh pemerintah pusat kinerja kita, maka salah satunya yang menjadi tolak ukur kinerja kita adalah jangan ada bayi yang meninggal. Jangan ada ibu melahirkan, meninggal. Nah makanya panjenengan diberi ilmu. Ini bagian dari upaya mencegah atau preventif,” tegas Ning Ita.

Selain keselamatan persalinan, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya pemenuhan nutrisi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Asupan gizi yang tepat dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting. “Makanya dari dalam kandungan bayi itu harus sehat. Kalau pun lahir juga diberikan nutrisi untuk tumbuh kembang sehat. Jangan sampai ada yang stunting,” pesannya.

Berita Terkait :  18 Kursi Legislatif Nyatakan Dukung Yes - Dirham

Untuk memberikan pemahaman secara komprehensif, kegiatan tersebut menghadirkan Konsultan Fetomaternal RSUD dr. Soetomo, dr. Nareswari Imanada Cininta Marciantoro, Sp.OG., Subsp.K.F.M. Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Mojokerto dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan POGI Cabang Surabaya Komisariat Mojokerto.

Sebanyak 90 perwakilan ibu hamil di Kota Mojokerto mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan edukasi kesehatan kehamilan, para peserta juga difasilitasi pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk membantu memantau kondisi dan perkembangan janin.

Upaya tersebut diharapkan dapat mempertahankan capaian kesehatan Kota Mojokerto. Hingga Oktober 2026, Kota Mojokerto mencatat nol kasus angka kematian ibu (AKI), sementara prevalensi balita stunting berhasil ditekan hingga 0,81 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Terlebih, Usia Harapan Hidup (UHH) warga Kota Mojokerto saat ini telah mencapai 76,31 tahun.[oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!