Kota Probolinggo, Bhirawa – Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMKN 4 Kota Probolinggo dikembangkan melalui kegiatan budidaya ikan dan tanaman. Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil budidaya tersebut diarahkan untuk mendukung praktik siswa sesuai kompetensi keahlian yang dimiliki sekolah.
Kepala SMKN 4 Kota Probolinggo, Drs. Sahudi, mengatakan, pengembangan program SIKAP di sekolahnya memanfaatkan kolam ikan dan lahan yang tersedia. Kegiatan tersebut terutama melibatkan siswa dari kompetensi keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Penangkapan Ikan (APHP).
“Karena di sini ada jurusan agribisnis pengolahan hasil penangkapan ikan, yang semula bahan bakunya harus membeli dari luar, kami mencoba menebar benih di kolam yang ada di SMK,” kata Sahudi saat ditemui di sekolahnya, Selasa (3/11).
Menurut dia, budidaya ikan lele telah dilakukan dan sempat menghasilkan panen, meski jumlahnya belum sesuai harapan. Dari sekitar 20 kilogram benih yang ditebar, hasil panen hanya berkisar 15 kilogram.
Sahudi menyebut, berkurangnya jumlah ikan salah satunya diduga akibat ulah siswa yang diam-diam memancing di kolam sekolah. Ke depan, pihaknya berencana memperketat pengawasan agar hasil budidaya lebih optimal.
“Kemarin dari 20 kilo yang ditabur, hasilnya kurang lebih 15 kilo. Setelah diusut, ternyata ada siswa yang diam-diam memancing di kolam. Ke depan, kami akan berusaha melakukan pengamanan agar hasil panennya lebih maksimal,” ujarnya.
Selain lele, sekolah berencana mengembangkan budidaya ikan nila sebagai komoditas berikutnya. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan praktik siswa, khususnya yang berkaitan dengan pengolahan hasil perikanan.
Di sektor tanaman, SMKN 4 Kota Probolinggo juga mengembangkan sejumlah tanaman produktif. Kegiatan penanaman dilakukan dengan memanfaatkan bibit alpukat, kelengkeng, mangga, jambu air, dan jenis tanaman lainnya. Jumlah bibit yang ditanam tercatat sekitar 100 pohon, bertambah dari rencana awal sebanyak 81 bibit.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pelaksanaan SIKAP di SMKN 4 Kota Probolinggo mengatakan, program tersebut diterapkan di SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta di Jawa Timur.
Menurut Khofifah, sekolah dapat menyesuaikan kegiatan budidaya dengan kondisi lahan yang tersedia. Sekolah yang tidak memiliki lahan terbuka tetap dapat melakukan penanaman menggunakan media polybag.
“Ketahanan pangan bisa kita maksimalkan melalui media tanam yang memungkinkan. Kalau tidak ada lahan langsung, bisa menggunakan polybag. Kita bisa melihat tadi kentang hasilnya bagus, kemudian daun bawang juga bagus. Tomat, cabai, dan terong juga banyak yang menggunakan media tanam dalam polybag,” kata Khofifah.
Dalam peninjauan tersebut, Khofifah juga melihat pameran hasil program Sikap dari sejumlah sekolah di wilayah Probolinggo. Terdapat sembilan stan yang menampilkan 32 jenis produk, mulai dari hasil pertanian seperti kentang, tomat, dan wortel hingga produk olahan pangan berupa minuman bunga telang, ikan marinasi, dimsum, dan puding.
Selain meninjau program ketahanan pangan, Khofifah menyerahkan bantuan pendidikan afirmasi kepada 224 siswa SMA, SMK, dan SLB di Probolinggo. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 20 siswa.
Khofifah mengatakan, penerima bantuan berasal dari kelompok desil 1 hingga 4. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak sehingga tidak sampai berhenti sekolah karena persoalan ekonomi.
“Di Probolinggo ini ada 224. Mereka adalah dari desil 1 sampai 4. Kita harapkan tidak ada alasan mereka berhenti atau putus sekolah karena persoalan ekonomi. Ini kami berikan untuk melancarkan dan melanjutkan pendidikan mereka,” ujarnya.
Proses pencairan bantuan dilakukan melalui Bank Jatim dengan penyaluran dalam bentuk tunai. Program tersebut menyasar siswa dari berbagai SMA, SMK, dan SLB di wilayah Probolinggo. [fir.wwn]


