28.3 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Tim Manjur Unesa Kampanyekan Penolakan Joki


Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tergabung dalam Tim Manjur menginisiasi gerakan edukasi antijoki akademik bertajuk “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”.

Berangkat dari masih maraknya praktik joki di lingkungan perguruan tinggi, gerakan tersebut jadi upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya praktik joki tugas dan karya ilmiah yang dinilai mengancam integritas serta kualitas lulusan, diusung dalam ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026, Data Survei Penilaian Integritas Pendidikan KPK 2026 mencatat sebanyak 43 persen responden masih menemukan praktik joki tugas akhir, Selasa (3/11).

Ketua Tim Manjur, sekaligus mahasiswa S-1 Manajemen Pendidikan Nabila Dwi Wahyu Santoso mengatakan temuan diperkuat hasil survei awal Tim Manjur yang menunjukkan 84,6 persen mahasiswa mengetahui keberadaan jasa joki di lingkungan sekitar mereka, kemudahan akses jasa joki melalui media sosial membuat sebagian mahasiswa mulai menganggap praktik kecurangan akademik sebagai hal yang lumrah.

“Joki kerap dianggap solusi instan atas beban kuliah, sebenarnya kebiasaan ini merusak kompetensi dan kejujuran akademik, hal itu justru merugikan kita sebagai mahasiswa, tugas yang seharusnya membuat kita belajar dan berkembang malah dikerjakan orang lain,” jelasnya.

Lanjut Nabila menjelaskan untuk menekan praktik tersebut, Tim Manjur mengembangkan strategi edukasi terstruktur melalui gerakan SATU, yakni Sebarkan, Ajak, Temui, dan Kukuhkan, tahap Sebarkan, edukasi dilakukan melalui media sosial Instagram dan YouTube dengan menghadirkan konten yang membedah modus bisnis joki serta podcast literasi akademik bersama dosen.

Berita Terkait :  Soroti Keterlibatan Publik dalam UU, UB Bedah Buku Musyawarah

“Tahap ajak dilakukan dengan membangun kolaborasi bersama organisasi kemahasiswaan, tahap temui diwujudkan melalui sosialisasi secara langsung ke sejumlah perguruan tinggi, di seperti UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), hingga Universitas Uluwiyah Mojokerto, sementara tahap Kukuhkan diarahkan pada pembangunan komitmen bersama melalui deklarasi penolakan praktik joki akademik,” ungkapnya.

Nabila mengukapkan kampanye ini tidak cuman mengandalkan konten visual, tapi mengukur efektivitas edukasi melalui metode pre-test dan post-test, hingga kini lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi telah menandatangani komitmen untuk menolak penggunaan jasa joki.

Sementara itu, Dosen pembimbing Tim Manjur, Kartika Herlina Candraning Shiam, menyapaikan gerakan ini penting untuk menjaga mutu lulusan perguruan tinggi, kesadaran menolak praktik joki perlu dibangun melalui pemahaman bahwa proses menyelesaikan tugas merupakan bagian penting dari pembentukan kompetensi dan daya saing profesional di dunia kerja.

“Persoalan relevan terus disuarakan di berbagai forum agar kesadaran kolektif tentang pentingnya integritas akademik di lingkungan perguruan tinggi dapat terjaga,” tuturnya.

Gerakan antijoki ini digagas secara interdisipliner oleh Nabila Dwi Wahyu Santoso bersama Viana Putri Aisyah dari S-1 Manajemen Pendidikan, Muhamad Dava Fals Ditya dari S-1 Pendidikan Seni Rupa, serta Mochammad Fahreza Islamuddin dari S-1 Desain Komunikasi Visual, kolaborasi lintas bidang diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat budaya akademik yang menjunjung kejujuran dan tanggung jawab. [ren.wwn]

Berita Terkait :  Kemendikdasmen Tampung Masukan Publik Terkait Revisi UU Sisdiknas

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!