28.6 C
Sidoarjo
Tuesday, November 3, 2026
spot_img

Menkomdigi Dorong Modernisasi Pertanian dan Perikanan Lamongan Berbasis loT, Petani Dapat Teknologi Gratis Setahun

Lamongan, Bhirawa – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mendorong percepatan modernisasi sektor pertanian dan perikanan budidaya melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis Internet of Things (IoT). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani dan pembudidaya ikan.

Hal tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri kegiatan Akselerasi Modernisasi Pertanian dan Perikanan Budidaya Berbasis IoT serta Pemanfaatan Data untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani dan Pembudidaya di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Selasa (3/11/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian maupun perikanan.

Dalam kegiatan tersebut, Komdigi memperkenalkan sejumlah teknologi digital, di antaranya Smart Fertigation, Smart Rapid Soil, Smart Aerator, dan Smart Quality Check Monitoring. Berbagai perangkat ini dirancang untuk membantu petani dan pembudidaya mengoptimalkan proses produksi melalui pemanfaatan data dan sistem pemantauan digital.

Menkomdigi Meutya mengatakan, digitalisasi dan edukasi Internet of Things menjadi salah satu kontribusi kementeriannya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Ini program pemerintah, khususnya untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden dalam ketahanan pangan. Semua kementerian melihat kontribusinya masing-masing. Kebetulan di Komdigi, melalui digitalisasi dan Internet of Things, kami memberikan edukasi kepada petani dan petambak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk hari ini di Lamongan,” ujarnya.

Berita Terkait :  Sekdaprov : Perda Penanggulangan Bencana Jatim, Dari Aturan ke Aksi, Peran Komunitas dan RPJMD Jadi Kunci

Meutya menjelaskan, teknologi yang diperkenalkan merupakan hasil karya insinyur lokal yang dikembangkan bersama Habibie Garden. Perangkat tersebut diberikan kepada petani dan pembudidaya untuk dimanfaatkan selama satu tahun secara gratis.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan biaya operasional. Khusus sektor perikanan budidaya, teknologi digital dapat membantu menghemat kebutuhan pakan, mempercepat pertumbuhan ikan, serta menekan tingkat kematian ikan.

“Teknologi ini sudah siap pakai selama satu tahun dan gratis untuk membantu teman-teman petani dan petambak kita. Ini juga karya insinyur lokal yang dikembangkan bersama Habibie Garden untuk memperkuat petani dan pembudidaya di daerah melalui digitalisasi,” katanya.

Selain memperkenalkan perangkat, Komdigi juga memberikan edukasi kepada para petani dan pembudidaya ikan mengenai cara kerja serta pemanfaatan teknologi tersebut. Mereka juga diberi kesempatan menyampaikan pengalaman dan testimoni terkait penggunaan teknologi digital dalam mendukung aktivitas produksi.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Gresik-Lamongan, Ahmad Labib, menyambut baik penerapan digitalisasi di sektor pertanian dan perikanan budidaya.

Menurutnya, teknologi digital memungkinkan petani dan pembudidaya menjalankan aktivitas produksi secara lebih terukur karena didukung data yang dapat dipantau setiap hari. Dengan demikian, keputusan dalam mengelola usaha dapat dilakukan secara lebih tepat.

“Digitalisasi ini penting karena menjembatani pengalaman mereka sebagai petani dan petambak dengan teknologi yang memungkinkan proses bertani dan beternak dilakukan secara lebih efisien dan terukur. Ada data yang bisa dicek hari per hari,” ujarnya.

Berita Terkait :  Cegah Banjir Saat Musim Penghujan Datang, BPBD Bersihkan Jembatan Manguharjo

Ia menambahkan, penerapan teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi, terutama dalam menghemat pakan, mengurangi tingkat kematian ikan, serta meningkatkan bobot ikan hasil budidaya.

Apabila ketiga aspek tersebut dapat dicapai secara optimal, produktivitas usaha dan kesejahteraan petani maupun pembudidaya diharapkan ikut meningkat.

“Memang ini baru lima bulan, tetapi sebenarnya manfaatnya sudah bisa terasa sekarang. Yang penting, petani bisa melakukan banyak aktivitas lain, tetapi tetap bisa menjalankan aktivitas tambaknya. Jadi, produktivitas tetap terjaga dan mereka juga bisa melakukan kegiatan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang mendampingi Menkomdigi berharap penerapan teknologi digital di sektor pertanian dan perikanan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi milenial untuk terjun ke bidang tersebut.

Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, digitalisasi dapat mengubah pola pandang generasi muda terhadap pekerjaan sebagai petani maupun pembudidaya ikan. Dengan dukungan teknologi, aktivitas produksi menjadi lebih mudah dipantau dan dikelola.

“Adanya digitalisasi ini sangat menjadikan ketertarikan khususnya para milenial untuk bisa bertambak maupun bertani, karena dengan bantuan teknologi memudahkan mereka untuk lebih menyukai bidang pertanian dan perikanan. Harapan kami ini dapat terus dikembangkan karena ini memang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus juga agar pertanian ini bisa terus berkelanjutan dengan produktivitas yang lebih baik,” harap Pak Yes.

Berita Terkait :  Kegiatan Wisuda Ditiadakan, Kadindik Harapkan Kegiatan Kelulusan Kreatif dan Inovatif Tanpa Bebani Wali Murid

Yuhronur juga memaparkan besarnya potensi ekonomi perikanan budidaya di kawasan Kampung Kerapu. Di kawasan tersebut terdapat lahan tambak seluas lebih dari 300 hektare.

Potensi itu ditunjukkan dengan capaian produksi pada 2025 yang mencapai sekitar 1.800 ton dalam setahun. Dari aktivitas tersebut, perputaran ekonomi tercatat mencapai Rp174 miliar.

Besarnya potensi tersebut, lanjut Yuhronur, perlu didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi agar sektor perikanan budidaya Lamongan semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan. [yit.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!