27.9 C
Sidoarjo
Monday, November 2, 2026
spot_img

Pemkab Barito Utara Bidik Peningkatan Layanan Kesehatan hingga Penataan Kota

Pemkot Malang Bhirawa. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara, Kalimantan Tengah, melakukan kunjungan kerja sekaligus kaji tiru ke Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Agenda tersebut difokuskan untuk menyerap berbagai praktik baik, inovasi tata kelola pemerintahan, serta strategi akselerasi pembangunan daerah di Kota Pendidikan ini.

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, didampingi pimpinan dari 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Senin 2/11.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menuturkan bahwa kaji tiru ini diarahkan untuk membedah sejumlah sektor prioritas, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, penataan kawasan kota, air bersih, hingga mitigasi bencana.

“Target kami adalah membangun Barito Utara agar kian maju. Kami hadir langsung di Kota Malang untuk melihat praktik baik yang relevan diadopsi serta disesuaikan dengan kebutuhan riil daerah kami,” ujar Shalahuddin.

Pada sektor kesehatan, Shalahuddin membeberkan bahwa fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayahnya saat ini masih berkategori kelas C. Pihaknya bermaksud menimba ilmu terkait tata kelola dan sistem pelayanan rumah sakit rujukan di Kota Malang yang telah mengantongi klasifikasi lebih tinggi, termasuk tipe A.

Di bidang tata ruang dan infrastruktur, keberhasilan Pemkot Malang merevitalisasi kawasan Kayutangan Heritage menjadi magnet perhatian tersendiri. Konsep penataan ruang tematik tersebut dinilai sangat cocok diterapkan dalam penanganan kawasan kumuh bantaran Sungai Barito.

Berita Terkait :  Solusi Atasi Kemacetan dan Tingkatkan Mobilitas Warga, Trans Jatim Koridor I Malang Raya Resmi Beroperasi

“Kami ingin mendalami konsep pengembangan kota tepian air (waterfront city). Harapannya, bantaran sungai di Barito Utara tidak hanya tertata rapi dan bebas kumuh, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi warga lewat sektor pariwisata,” imbuhnya.

Selain itu, rombongan Pemkab Barito Utara juga membidik sistem perpipaan air bersih siap minum yang dikelola Perumda Air Minum Tugu Tirta, sinergi pendidikan bersama perguruan tinggi, serta manajemen kedaruratan kabut asap. Menurut Shalahuddin, jika Kota Malang berpengalaman mengatasi asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Barito Utara membutuhkan formulasi terpadu untuk meredam pekatnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam pertemuan tersebut, Shalahuddin turut memaparkan tantangan geografis Barito Utara yang memiliki bentang wilayah seluas 8.300 kilometer persegi. Ketergantungan terhadap jalur Sungai Barito kerap memicu kendala logistik akibat fluktuasi debit air ekstrem di musim kemarau maupun penghujan. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemkab Barito Utara tengah menggenjot 11 program unggulan serta 12 kegiatan prioritas yang menitikberatkan pada konektivitas fisik dan penguatan kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, kaji tiru ini juga menjadi momentum nostalgia tersendiri bagi Shalahuddin. Ia merupakan alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang angkatan 1990. “Malang tentu memiliki ikatan emosional bagi saya. Kami berharap kemitraan ini tidak berhenti pada seremoni silaturahmi, melainkan berlanjut pada kerja sama konkret antardaerah demi kesejahteraan masyarakat di kedua belah pihak,” pungkasnya.[mut,ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!