34.9 C
Sidoarjo
Thursday, October 29, 2026
spot_img

Ning Lia Ajak Mahasiswa Untag Surabaya Jadi Penggerak Demokrasi Berintegritas

Surabaya, Bhirawa – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Provinsi Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai motor penggerak dalam konstelasi politik bangsa. Hal tersebut disampaikan Ning Lia saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam kegiatan Sekolah Legislator yang digelar oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya pada Kamis (29/10/2026).

Kegiatan edukatif yang berlangsung dinamis ini turut dihadiri Wakil Rektor III Untag Surabaya Dr Hj Sumiati dan Wakil Dekan FISIP Untag Surabaya Moh Insan. Selain kehadiran jajaran pimpinan universitas, acara ini juga menghadirkan narasumber kompeten lainnya, yaitu anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, Syamsul Arif Marla. Kehadiran para praktisi politik dan birokrat kampus tersebut menegaskan komitmen institusi dalam mendukung penguatan pemahaman tata negara dan demokrasi di kalangan generasi muda bangsa.

Saat menyampaikan paparannya, Ning Lia menilai bahwa di tengah dinamika zaman yang berkembang serba cepat, generasi muda sama sekali tidak boleh bersikap apatis atau abai terhadap kebijakan publik serta arah demokrasi Indonesia. Menurut legislator berlatar belakang doktor ini, mahasiswa sebagai kelompok pemuda terdidik merupakan kekuatan moral utama yang memiliki fungsi kontrol sosial yang sangat strategis. Bagi Ning Lia, dunia politik tidak boleh dipandang secara sempit hanya sekadar urusan perebutan kekuasaan atau kursi semata, melainkan harus diposisikan sebagai ruang pengabdian yang tulus kepada masyarakat dan negara.

Berita Terkait :  Outlining Design 2026: CH2OMA, Karya Mahasiswa VCD UC Jawab Kebutuhan Masyarakat dan Isu Sosial

Dalam sesi pemaparan materi yang berlangsung interaktif, senator muda yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat ini menekankan pentingnya membangun integritas yang kukuh sejak dini, terutama saat masih menyandang status mahasiswa.

Menurutnya, integritas yang kuat merupakan fondasi paling utama agar seorang pemuda tidak mudah terombang-ambing atau terjebak oleh kepentingan-kepentingan pragmatis sesaat yang dapat merusak tatanan demokrasi di masa depan. Selain penguatan komitmen moral melalui integritas, Ning Lia juga mendorong para peserta Sekolah Legislator untuk terus-menerus mengasah dan meningkatkan kemampuan komunikasi (communication skills) mereka.

Ia menilai, gagasan besar, visi, maupun program kerja sehebat apa pun akan sangat sulit diwujudkan secara nyata tanpa adanya kecakapan berkomunikasi yang baik dan efektif. Mahasiswa dituntut mampu berinteraksi dengan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat akar rumput (grassroots) hingga para pemangku kebijakan di tingkat atas. Ning Lia menambahkan bahwa dengan membangun integritas yang kuat dan meningkatkan kemampuan komunikasi yang santun serta adaptif, mahasiswa akan mampu menjembatani aspirasi publik secara luas dan menyuarakannya dengan tepat sasaran.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Wakil Rektor III Untag Surabaya Dr Hj Sumiati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Sekolah Legislator ini. Akademisi yang sebelumnya juga anggota DPRD Jatim ini menekankan pentingnya wadah edukasi politik non-formal seperti ini untuk membekali mahasiswa di luar perkuliahan reguler.

Berita Terkait :  Summer Course FTP UB Jembatani Kolaborasi dan Promosi Global

Ibu Sumiati sangat berharap para mahasiswa dapat menyerap seluruh ilmu, strategi, dan pengalaman berharga yang disampaikan oleh para narasumber yang hadir. Lebih lanjut, Sumiati  menekankan bahwa output dari kegiatan ini diharapkan mampu mencetak kader-kader bangsa yang siap terjun ke dunia politik secara matang. Target akhirnya adalah melahirkan politisi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi serta mampu meraih kepercayaan publik secara luas dari masyarakat.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, Syamsul Arif Marla, yang hadir sebagai narasumber, turut membagikan pengalaman praktisnya selama bergelut di dunia legislatif daerah. Ia memaparkan bagaimana fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dijalankan di tingkat kabupaten, serta tantangan nyata yang dihadapi oleh seorang anggota dewan dalam memperjuangkan aspirasi konstituennya. Kehadiran Syamsul memberikan perspektif lapangan yang berharga bagi mahasiswa, melengkapi ulasan teoritis dan motivasional yang telah disampaikan sebelumnya.

Melalui pesan-pesan substantif yang disampaikan sepanjang acara, Ning Lia dan seluruh pihak akademisi berharap kampus-kampus di Indonesia, khususnya Untag Surabaya, dapat terus konsisten melahirkan pemikir-pemikir kritis sekaligus komunikator ulung. Sinergi antara integritas moral, kecakapan komunikasi, dan pemahaman regulasi dinilai menjadi kunci utama yang siap menjaga kualitas dan keberlanjutan demokrasi Indonesia ke arah yang jauh lebih baik di masa depan.  [why.kt]

Berita Terkait :  ITS Siapkan Lima Prodi Baru untuk SNBP dan SNBT 2025

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!