Pemkot Malang, Bhirawa. – Nuansa keberagaman nusantara membalut Halaman Balai Kota Malang dalam upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10). Tamu undangan dan peserta upacara tampil mengenakan busana adat dari berbagai penjuru tanah air, mempertegas pesan persatuan dalam bingkai kebinekaan.
Momen khidmat terasa saat para pemuda-pemudi berbusana adat berdiri membentuk barisan setengah lingkaran sembari bergandengan tangan, mengikrarkan kembali naskah Sumpah Pemuda secara serempak. Bertindak selaku inspektur upacara, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., tampak berwibawa mengenakan busana adat khas Sumatra.
Ditemui usai upacara, Wali Kota Wahyu menegaskan bahwa peringatan ini harus dimaknai sebagai titik tolak bagi generasi muda untuk memperkuat jiwa nasionalisme dan patriotisme dalam mengawal pembangunan. Sikap tersebut sejalan dengan tema nasional Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia.
“Pesan Menpora menegaskan pemuda saat ini dituntut untuk terus berkreasi, berinovasi, dan memiliki jiwa patriotik. Sikap patriotisme inilah yang menjaga nyala nasionalisme. Bagaimanapun, estafet kepemimpinan bangsa ada di tangan mereka,” tegas Wahyu.
Wahyu menaruh harapan besar agar pemuda Kota Malang terus mengasah kapasitas diri agar berkarakter kuat serta memiliki daya saing unggul di berbagai sektor. Ia turut memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pemuda Pelopor Kota Malang yang tiada henti mengukir capaian positif dan mengharumkan nama kota.
Komitmen Pemkot Malang terhadap generasi penerus diwujudkan secara konkret pada kesempatan tersebut. Melalui skema sinergi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, disalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp150 juta bagi 300 siswa jenjang SD dan SMP.
Di bidang olahraga prestasi, Wali Kota Wahyu melepas keberangkatan lima atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Malang menuju Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur Jawa Timur di Mojokerto, yang berlangsung 30 Oktober hingga 1 November.
Kelima atlet tersebut meliputi Fajar dari cabang olahraga catur netra, serta Alico, Pandega, Febri, dan Rara dari cabor boccia.
“Pemkot memberikan dukungan penuh, mulai dari pendampingan teknis, pemenuhan sarana-prasarana, hingga akomodasi selama bertanding. Semangat anak-anak berlatih tanpa kenal lelah menjadi modal keyakinan kita bahwa mereka mampu mempersembahkan hasil optimal,” imbuh Wahyu.
Selain pelepasan kontingen, apresiasi turut diberikan kepada atlet paralimpik berprestasi daerah. Piagam penghargaan diserahkan kepada dua pelari para-atletik, Fahri dan Arzy, atas perolehan medali emas, perak, dan perunggu pada Kejuaraan Paralimpik Tingkat Provinsi Jatim.
Penghargaan khusus juga disematkan kepada Oddi, atlet para-bulu tangkis asal Kota Malang yang berhasil menyumbang medali perunggu sektor ganda putra pada ajang Asean Para Games 2026 di Thailand.
“Kami menaruh optimisme penuh kepada pemuda-pemudi Kota Malang. Melalui karya nyata, disiplin, dan prestasi gemilang, masa depan daerah ini akan bergerak jauh lebih maju,” tandas Wahyu. [mut.hel]




