Pemkab Nganjuk, Bhirawa. – Piodalan ke-25 Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, berlangsung pada Minggu (25/10). Perayaan keagamaan yang menjadi bagian penting kehidupan umat Hindu ini turut dihadiri pejabat pemerintah pusat dan daerah.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI, Dr. Ida Made Pidada Manuaba, S.Ag., M.Si.; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur, Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM.; serta Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nganjuk, Drs. Eko Sustrisno.
Kehadiran unsur pemerintah tersebut berlangsung di tengah rangkaian persembahyangan untuk memperingati perjalanan 25 tahun Piodalan Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis. Momentum ini tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keberagaman masyarakat di Kabupaten Nganjuk.
Rangkaian upacara telah diawali dengan Melasti pada Sabtu (24/10/2026) di Pantai Popoh, Tulungagung. Selanjutnya, upacara Piodalan dilaksanakan di pura pada Minggu (25/10/2026).
Berdasarkan jadwal panitia, rangkaian kegiatan berlanjut pada Senin (26/10/2026) dengan Nyejer dan Upacara Pasopati Purana. Sementara itu, Upacara Nglebar dijadwalkan pada Selasa (27/10/2026).
Sejumlah pemuka agama Hindu dari Bali dan Lombok turut dijadwalkan mengikuti rangkaian upacara tersebut. Mereka adalah Ida Rsi Pujangga Waisnawa dari Kemenuh, Singaraja, Bali; Ida Rsi Pujangga Waisnawa Ari Mustika dari Gianyar, Bali; serta Ida Pedanda Gede Pidada Sebali Kiniten dari Mataram, Lombok.
Piodalan merupakan momentum bagi umat Hindu untuk memperkuat bhakti, memanjatkan rasa syukur, serta menjaga kesinambungan tradisi keagamaan yang diwariskan lintas generasi.
Peringatan ke-25 tahun ini sekaligus menandai perjalanan panjang Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis sebagai tempat persembahyangan umat Hindu di wilayah Nganjuk dan sekitarnya.
“Dengan banyaknya tetamu yang hadir dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Lombok di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, dusun Curik, Desa Bajulan Loceret Nganjuk ini, menunjukan keberadaan pura ini sudah diakui oleh sebaran umat Hindu.” ungkap Pinandito Damri selaku pemangku Pura.
“Apalagi pemerintah daerah juga sudah mendukung dusun curik berikut Pura menjadi kampung adat Hindu di tahun 2026 ini”,tambah Damri.
Di tengah masyarakat yang beragam, kehidupan keagamaan membutuhkan ruang yang memungkinkan setiap umat menjalankan keyakinannya dengan aman dan bermartabat. Kehadiran unsur pemerintah dalam kegiatan keagamaan menjadi salah satu bentuk keterlibatan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. [end.hel]




