(kiri ke kanan) Sekretaris Umum KONI Jawa Timur, Akmal Boedianto, Ketua Umum IWbA Jawa Timur, Dr. Moh. Ali Kuncoro , Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, bersama tamu undangan saat membuka Kejurprov Woodbal Jatim di Lapangan Pemkab Kediri. foto wawan triyanto/bhirawa
Kediri, Bhirawa
Kabupaten Kediri rmenjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Woodball Jawa Timur yang digelar pada 23–25 Oktober 2026. Bertempat di Lapangan Kantor Pemkab Kediri, ajang ini diikuti oleh 406 peserta dari 21 kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang berlaga di kategori youth (U-12 dan U-18/SMP) hingga senior.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Dr. Mohamad Solikin, M.AP., menilai ajang ini memberi dampak positif bagi pembinaan olahraga maupun geliat ekonomi lokal.
“Woodball bukan sekadar ajang meraih kemenangan, melainkan media membangun karakter pemuda dan jiwa sportif. Olahraga ini membutuhkan fokus serta strategi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Solikin.

Atlet dari Kabupaten Kediri saat bertanding di Kejurprov Woodbal Jatin. foto wawan triyanto/bhirawa
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kemajuan olahraga melalui sinergi bersama KONI dan para pelaku olahraga.
Sekretaris Umum KONI Jawa Timur, Akmal Boedianto, memberikan apresiasi atas perkembangan cabor woodball di bawah kepemimpinan pengurus provinsi saat ini.
“Perkembangan woodball sangat bagus, dari Jawa Timur menuju Indonesia untuk dunia. Olahraga ini makin diminati anak-anak dan pemuda. Kami berharap capaian ini dipertahankan, regenerasi dan pembibitan atlet terus dijaga, termasuk lewat kerja sama dengan sekolah-sekolah,” tutur Akmal.
Ketua Umum Pengprov Ikatan Woodball Indonesia (IWbA) Jawa Timur, Dr. Moh. Ali Kuncoro, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa Kejurprov II merupakan kelanjutan dari Kejurprov pertama di Tulungagung demi menjaga konsistensi prestasi.
“Tentu kita ingin terus mengawal prestasi yang selama ini sudah cemerlang. Kompetisi semacam ini akan terus kita adakan agar lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional,” jelas Ali Kuncoro.
Mengenai regenerasi atlet, Ali Kuncoro menambahkan bahwa pembagian kategori umur diproyeksikan untuk mencegah kekosongan pembinaan.
“Kejurprov hari ini dibagi dalam beberapa kategori, ada youth U-12, U-18, hingga senior. Ini bagian dari upaya kita menjaga regenerasi agar tidak ada gap prestasi di Woodball Jawa Timur,” ujarnya.
Menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) tahun depan, IWbA Jatim optimistis dengan kesiapan para atletnya.
“Kita akan bersiap penuh untuk PON. Ketika nanti dilagakan, insyaallah Jawa Timur siap menjadi yang terbaik secara nasional,” pungkas Ali Kuncoro. wwn




