34.6 C
Sidoarjo
Friday, October 23, 2026
spot_img

Warga Menganto Jombang Temukan Jobong Kuno Saat Gali Sumur

Jombang, Bhirawa – Warga Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Weli, menemukan sumur Jobong kuno. Dia menemukan benda tersebut saat menggali tanah. Temuan tersebut kini menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang.

Penanganan awal juga telah dikoordinasikan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur (Jatim) untuk memastikan jenis dan nilai sejarah artefak tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Jombang, Anom Antono mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan tersebut dari juru pelihara (Jupel) Situs Pandegong, Jayadi, lalu ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan BPK Jawa Timur.

“Kami sudah menerima laporan dan foto-foto dari teman-teman Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, nanti akan kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelamatan terhadap temuan tersebut,” kata dia, Jumat (23/10/2026).

Anom Antono menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima pihaknya, kondisi sumur jobong itu sudah tidak utuh, dan sejumlah pecahan yang ditemukan telah dikumpulkan dan diamankan di kawasan situs Pandegong.

Lebih lanjut dia mengatakan, phaknya belum bisa memastikan bentuk asli maupun usia benda kuno tersebut, karena masih diperlukan observasi dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik serta kemungkinan keterkaitannya dengan sejarah masa lalu.

“Kami belum mengetahui secara detail, termasuk peninggalan era atau tahun berapa,” ujar Anom.

*Belum dilakukan kajian. Nanti akan kami lakukan observasi atau riset terhadap temuan yang ada di Dusun Garut, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno,” tambah dia.

Berita Terkait :  Sembilan Kursi Eselon II Kosong, Kepala ESDM Jawa Timur Dinonaktifkan

Dikatakannya, hasil kajian nantinya juga akan menjadi dasar untuk menentukan apakah temuan tersebut berkaitan dengan sejarah setempat atau masuk kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Disdikbud Jombang juga berencana melakukan peninjauan lebih lanjut setelah rangkaian kegiatan Jombang Fest rampung. Dengan begitu diharapkan dapat memastikan penanganan temuan dilakukan secara tepat sekaligus menjaga potensi nilai sejarahnya.

Anom Antono menegaskan, penyelamatan menjadi langkah awal yang perlu dilakukan sebelum menentukan tindak lanjut terhadap artefak tersebut.

“Tentu langkah awal kita amankan dulu, kemudian kita lanjutkan kajian bersama BPK Jawa Timur,” terang Anom Antono.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Jatim, Indra Eka Widya Jaya menjelaskan, benda yang ditemukan warga tersebut adalah Jobong.

“Pendapat paling umum, Jobong itu digunakan untuk sumber air. Yakni biasanya itu sumur. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan Jobong itu adalah bagian dari kalau zaman sekarang itu septic tank,” ungkap Indra.

“Saat pertama kali ditemukan, kabarnya itu ada empat sap. Tiga di atasnya itu hancur. Yang masih utuh adalah sap yang keempat. Namun di bawahnya masih ada satu lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, lokasi penemuan Jobong ini tidak jauh dari Candi Pandegong.

“Untuk kita memastikan itu dari masa apa, kalau misalnya kita lihatnya dari bata ya. Ukuran bata secara dimensinya itu mirip-mirip dengan Candi Pandegong. Berarti kemungkinan masih ada kaitannya dengan masa saat Candi Pandegong itu ada. Kira-kira begitu,” beber Indra. [rif.kt]

Berita Terkait :  Bakso Legendaris di Tepian Sawah, Bertahan 15 Tahun dengan Merawat Cita Rasa

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!