Surabaya, Bhirawa – Kebakaran yang terjadi di ruang Uninterruptible Power Supply (UPS) dan jaringan utama atau Network Operations Center (NOC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Kamis (22/10/2026), berdampak pada akses internet dan sejumlah layanan sistem informasi kampus. Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya menargetkan pemulihan awal jaringan internet dalam waktu 1×24 jam.
Direktur DSI YPTA Surabaya Eko Halim Santoso, S.Kom., M.Kom. mengatakan, tim DSI saat ini memprioritaskan pemulihan jaringan internet terlebih dahulu. Setelah jaringan kembali stabil, pemulihan aplikasi dan basis data akan dilakukan secara bertahap.
“Saat ini, tim DSI memprioritaskan pemulihan jaringan internet terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pemulihan aplikasi dan basis data secara bertahap,” ujar Eko, Kamis (22/10/2026).
Menurut Eko, target pemulihan awal jaringan internet tersebut tetap mempertimbangkan aspek keamanan dan kesiapan infrastruktur. Pemeriksaan terhadap perangkat dan data yang terdampak juga masih dilakukan untuk memastikan kondisinya melalui proses verifikasi.
Kebakaran dilaporkan terjadi setelah Bagian Gedung dan Landscape YPTA Surabaya menemukan kepulan asap dari ruang UPS dan jaringan utama sekitar pukul 09.32 WIB. Sebagai langkah mitigasi, aliran listrik langsung diputus untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut. Pemutusan tersebut membuat operasional server yang terhubung dengan fasilitas tersebut ikut berhenti.
Tim DSI tiba di lokasi satu menit setelah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan serta penanganan awal bersama Tim Gedung dan Landscape. Pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) kemudian dilanjutkan petugas pemadam kebakaran hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.16 WIB.
Setelah api padam, DSI melakukan pemeriksaan terhadap perangkat dan mengamankan aset yang masih layak. Layanan internet dan sistem informasi juga dihentikan sementara sebagai langkah pengamanan selama proses mitigasi.
“Terkait kejadian kebakaran pada fasilitas ruang UPS dan jaringan utama Untag Surabaya, kami dari DSI telah melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap infrastruktur yang terdampak,” jelas Eko.
Meski mengganggu jaringan utama, Eko memastikan Untag Surabaya telah memiliki fasilitas data center baru. Sebagian besar data institusi juga telah dimigrasikan ke fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan layanan dan keamanan data universitas.
“Untag Surabaya telah memiliki fasilitas data center baru dan sebagian besar data institusi telah dimigrasikan ke fasilitas tersebut. Hal ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlangsungan layanan dan keamanan data universitas,” katanya.
DSI terus melakukan pemulihan infrastruktur secara bertahap dengan mengutamakan keamanan dan keandalan layanan. Informasi mengenai perkembangan pemulihan jaringan internet serta operasional sistem informasi akan disampaikan secara berkala kepada sivitas akademika.
“Kami berkomitmen melakukan pemulihan secepat mungkin agar seluruh aktivitas akademik dan administrasi kembali berjalan normal,” tegas Eko. [ina.kt]




