27.4 C
Sidoarjo
Sunday, October 18, 2026
spot_img

Santri Dalwa Kembangkan Robotika dan AI, Wapres Gibran Dorong Inovasi dan Pengembangan Critical Thinking


Pasuruan, Bhirawa – Santri Pondok Pesantren Darullughah Waddawa’ah (Dalwa), Raci, Bangil, Kabupaten Pasuruan, mengembangkan inovasi berbasis robotika dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Inovasi tersebut mendapat perhatian Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang mendorong penguatan pembelajaran teknologi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan pemecah masalah santri.

Hal itu disampaikan Gibran saat mengunjungi ruang kelas Robotika dan AI Ponpes Dalwa, Jumat (16/10), didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyaksikan pembelajaran teknologi sekaligus presentasi santri yang mendemonstrasikan penggunaan robot untuk pencetakan tiga dimensi (3D printing) dan AI untuk pengenalan wajah otomatis.

Gibran juga mencoba langsung teknologi pengenalan wajah yang dikembangkan santri. Sistem tersebut mampu mengenali dirinya berdasarkan data yang tersimpan dalam basis data.

“Luar biasa sekali. Anak muda baru diajari basic langsung bisa melakukan inovasi seperti ini. Saya senang sekali. Ke depan saya yakin inovasinya akan lebih baik,” ujar Gibran.

Menurutnya, pembelajaran teknologi perlu terus diperkuat agar santri tidak hanya memiliki kemampuan dasar, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai inovasi. Ia berharap guru dan murid dapat terus bereksperimen serta menyempurnakan hasil karya yang telah dibuat.

Gibran menilai, penguasaan AI dan coding dapat membantu santri mengembangkan pola pikir komputasional, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menyelesaikan persoalan.

Berita Terkait :  Kemiskinan Ekstrim Tinggal 0,66 persen, Jatim Terima Insentif Fiskal Rp 6,2 Miliar

“Saya ingin di pondok ini, guru dan murid bisa berinovasi. Kalau basic bisa dipegang, inovasi ke depan bisa lebih baik lagi. Anak muda imajinasinya besar dan punya semangat untuk berinovasi. Kalau sudah belajar ini, ke depan akan punya critical thinking dan otak komputasi secara lebih baik, dan juga problem solving,” jelasnya.

Meski demikian, Gibran menegaskan penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan agama dan akhlak. Ia berharap pembelajaran AI, coding, dan teknologi lainnya dapat diperluas agar santri semakin siap menghadapi tantangan zaman.

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengapresiasi program Pembelajaran AI dan Robotika untuk Akselerasi Transformasi Digital Santri yang diselenggarakan Ponpes Dalwa selama kurang lebih tiga hari. Menurutnya, kemampuan santri beradaptasi dan menguasai ilmu baru merupakan bagian dari potensi besar yang selama ini dimiliki kalangan pesantren.

“Santri memang selama ini selalu menjadi kekuatan signifikan di Jawa Timur. Alhamdulillah, santri tidak hanya sekadar menjadi ahli agama, tetapi juga ahli bahasa, peneliti, penggerak zaman, penulis, dan bahkan pengusaha,” kata Khofifah.

Ia menegaskan, pendidikan pesantren perlu terus mengintegrasikan ilmu agama dan pengetahuan umum. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu berkontribusi dalam berbagai bidang sekaligus menjadi bagian dari generasi penerus kepemimpinan masa depan.

“Di pondok pesantren itu selalu diusahakan agar ilmu pengetahuan umum dan agama berjalan beriringan. Insya Allah, santri-santri kita akan menjadi salah satu pewaris tonggak kepemimpinan masa depan karena mereka punya paket lengkap, mulai dari akhlak, adab, ilmu agama, dan ilmu pengetahuan,” lanjutnya.

Berita Terkait :  Ketua DPRD Jatim Jelaskan Mengapa Mahrus Belum Dinonaktifkan Meski Ditahan KPK

Khofifah juga menilai Ponpes Dalwa sebagai salah satu pesantren yang berkembang pesat di Jawa Timur. Selain berfokus pada pendidikan agama dan bahasa Arab, Dalwa menyediakan jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi melalui Universitas Islam Internasional Dalwa (UII Dalwa) di Bangil, Pasuruan.

Pengembangan pembelajaran robotika dan AI tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kompetensi santri agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar pendidikan pesantren. [ina]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!